Autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun.
Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.

Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal.

Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan lain sebagainya.

Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas.

Selain berbeda dalam jenis gejalanya, intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat.

Oleh karena banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut di antara masing-masing individu, maka saat ini gangguan perkembangan ini lebih sering dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autistik (GSA).

Autisme dapat terjadi pada siapa saja, tanpa membedakan warna kulit, status sosial ekonomi maupun pendidikan seseorang. Tidak semua individu ASD/GSA memiliki IQ yang rendah. Sebagian dari mereka dapat mencapai pendidikan di perguruan tinggi. Bahkan ada pula yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang tertentu (musik, matematika, menggambar).

Prevalensi autisme menigkat dengan sangat mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Menurut Autism Research Institute di San Diego, jumlah individu autistik pada tahun 1987 diperkirakan 1:5000 anak. Jumlah ini meningkat dengan sangat pesat dan pada tahun 2005 sudah menjadi 1:160 anak. Di Indonesia belum ada data yang akurat oleh karena belum ada pusat registrasi untuk autisme. Namun diperkirakan angka di Indonesia pun mendekati angka di atas. Autisme lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita, dengan perbandingan 4:1

sumber: http://www.autis.info/index.php/tentang-autisme/apa-itu-autisme

Advertisements

KREATIVITAS

“Sebenarnya orang yang kreatif itu bebas tanpa tuntutan”. Ilmunya orang-orang secara spontan mengaitkan kreativitas dengan:

  • Pemikiran, kecerdasan, kepandaian, kemampuan seseorang menciptakan atau menemukan hal-hal baru, proses pencapaian cara-cara baru dalam memecahkan permasalahan baru, kreasi-kreasi baru untuk menghasilkan objek-objek atau bentuk-bentuk baru serta kelincahan pemikiran orang.
  • Ada juga: dikaitkan dengan istilah konvensional, pemunculan pemikiran unggul proses yang terjadi pada manusia untuk meningkatkan efisiensi dan daya cipta manusiayang lain dari manusia lainnya yang lazim.

Ciri dan Karakteristik Orang-orang yang Kreatif (oleh Hilgland dan Atkinson):

  • Orang yang kreatif bebas dalam berpikir dan bertindak, tidak menyukai kegiatan-kegiatan kelompok yang menuntut konformitas serta tidak mudah dipengaruhi oleh desakan-desakan social bila mereka telah yakin bahwa pendapat mereka masing-masing benar.
  • Memiliki kecenderungan kurang dogmatis  dan lebih relativistic dalam pandangan-pandangan hidupnya jika dibandingkan dengan orang-orang yang dinilai tidak kreatif.
  • Berkemauan dengan dorongan-dorongan kemauan dirinya yang tidak berdasarkan pada akal.
  • Menyukai hal-hal yang rumit dan baru.
  • Menghargai humor dan mempunyai sense good of humor
  • Menekankan pentingnya nilai-nilai teoristik dan estetik.

Karakteristik tersebut mempunyai kesamaan dasar yang cukup dominant yaitu lebih fleksibel daripada orang-orang yang tidak kreatif. Fleksibilitas ini menyebabkan orang kreatif dapat menghindari rintangan-rintangandalam memecahkan persoalan yang dihadapi mereka.

Diluar batas kecerdasan tertentu korelasi antara hasil tes kecerdasan dengan kreativitas dan produktivitas adalah kecil.

Variable-variabel kepribadian dan motivasi merupakan hal-hal yang penting bagi kreativitas seseorang. Penelitian oleh Getzels dan Jackson (1962) kreatiitas dan IQ korelasinya adalah kecil.

Penelitian Torrance (1965) anak-anak SD terutama kelas 1, 2, dan 3 yang mendapat skor tinggi pada tes kreativitass sering dijuliki oleh teman-temannya sebagai murid bebal (silly) atau nakal (naughty) atau dianggap liar sembrono (wild). Hal ini dikemudian hari dapat  menghambat timbulnya gagasan-gagasan yang kreatif pada anak ini.

Faktor-Faktor Yang Penting Dalam Perencanaan Dan Kemampuan Kreatif, Sifat-Sifat tersebut:

  • Fluency: kesigapan, kelancaran serta kemampuan menghasilkan banyak gagasan.
  • Fleksibilitas: kemampuan menggunakan bermacam-macam pendekatan dalam mengatasi persoalan.
  • Originalitas: kemampuan mencetuskan gagasan-gagasan asli
  • Elaborasi: kemampuan melakukan hal-hal secara detail terperinci.
  • Redefinition: kemampuan merumuskan batasan-batasan dengan melihat dari sudut lain bukan dari cara-cara yang lazim.

Kreativitas dan Stabilitas Emosi

‘”Ada yang mengatakan: seniman-seniman dan penulis-penulis kenamaan yang terganggu oleh masalah-masalah pribadi, kemampuan kreatifnya bersumber pada konflik-konflik yang terdapat dalam diriya sendiri.”

Kejadian neorosis pada orang kreatif lebih jarang jika dibandingkan denganorang-orang biasa umumnya, meskipun pada orang-orang yang sangat pandai dalam bidang sastra ditemukan kecenderungan mempunyai kehidupan emosianal yang tidak stabil.

Orang-orang yang kreatif dalam bidang ilmu-ilmu alam meskipun secara emosional stabil, cenderung menarik diri dari pergaulan (hubungan-hubungan antar manusia). Kemungkinan mreka memiliki kemampuan-kemampuan tertentu yang tingkatnya lebih tinggi daripada orang lain yang membuat mereka sibuk dengan pekerjaan dan mengasingkan diri (terpisah dari orang biasa lainnya). Biasanya mereka tenggelam dalam minatnya di bidang pengetahuan dan mengabdikan segala daya dan tenaganya melalui pekerjaannya.

Beberapa seniman dan penulis, tema-tema yang mengisi usaha-usaha kreatifnya itu sebagian mencerminkan konflik-konflik pribadinya yang tidak terselesaikan.

Orang-orang yang kreatif lebih sering mempunyai kecenderungan sebagai orang yang telah dapat megatasi sebagian besar kesulitan dan konflik-konflik dirinya pada masa mudanya dan kemudian mengamalkan kembali kemampuan-kemampuan mengatsi persoalan baru yang ada padanya melalui kekuatan dan kepekaan yang baru.

Kreativitas ditinjau dari Sudut Psikologi:

Kreativitas berkaitan dengan serangkaian faktor dan atau kejiwaan manusia

Kebebasan berpikir dan brtindak misalnya dianggap sebagai cirri yang menonjol yang terdapat pad orang-orang yang kreatif.

Orang kreatif belum tentu cerdas, kehidupan emosinal stabil, pandai bergaul dan neurotis.

Bila orang mengharapkan kebebasan berpikir dan bertindak dari luar dirinya bukanlah orang yang kreatif.

Sejarah manakah Manusia itu Bebas

Kebiasaan-kebiasaan dan tekanan-tekanan lingkungan hidup biasanya membuat orang tampil dengan perilakunya yang stereotypis.

Kesadaran diri manusia meliputi kesdaran dan pengenalan terhadap kegiatan-kegiatan yang dikerjakan.

Kondisis yang lebih bebas selain unsure kesadaran diri, kecerdasan dan pengetahuan ialah kesehatan mental, jasmani, kekayaan imajinasi, minat yang luas dan lingkungan hiup yang maju dan baik.

Persyaratan orang untuk menemui kebebasan berpikir disamping pengenalan diri, pengenalan lingkungan sekitar, peningkatan kecerdaqsan juga diperlukan  pertimbangan adanya keselarasan dengan kehidupan kemasyarakatan tempat orang itu hidup.

Pendidikan Membentuk Manusia Kreatif

Kadang-kadang orang yang disebut troublemaker dalam suatu lingkungan disebut orang yang kreatif dalam lingkuangn lain (Maier 1965).

Belajar kreatif dapat mengubah cara atau jalan  bepikir, perasaan dan mengerjakan sesuatu melalui proses banyak bertanya (inquiry) dan penjelajahan (eksplorasi).

Hal ini membuat orang mencari hubungan-hubungan dan implikasi-implikasi serta meningkatkan daya imaginasi sampai kepada penilaian terhadap sesuatu. Belajar dengan cara ini bukan bearti orang menjawab serangkaian soal, melainkan menentukan cara-cara untuk menilai sesuatu dengan tepat dan dapat menghadapi, mengolah serta menguasai situasi-situasi baru sesuai dengan tuntutan-tuntutan dan aturan yang baik.

Dalam kerja kelompok acara sumbang gagas (brainstorming) dianggap cara yang paling popular untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran yang kreatif

Pemikir atau ilmuwan atau seniman menempati pemecahan  masalah melalui empat tahap persiapan: persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi.

Oleh Mulyono Gandadiputra “ Kreativitas dalam Seni dan Masyarakat dalam Proses Pembentukan Nilai Budaya dalam Masyarakat” Majalah Budaya, 22 september 2003

Diringkas 21 februari 2005. write in computer 27 November 2009

Memperkenalkan Piranti Baru Bacaan Urut Kertas Utama (BUKU)

BUKU adalah terobosan revolusioner dalam teknologi tanpa kabel, rangkaian listrik, baterai, tak ada yang perlu dihubungkan atau dinyalakan. Sangat mudah digunakan bahkan anak kecil dapat mengoperasikannya. Padat dan mudah dijinjing, piranti ini bisa digunakan dimana saja-bahkan duduk si kursi dekat perapian pun- tetapi cukup canggih sehingga dapat menyimpan banyak informasi seperti CD-ROM. Begini cara kerjanya:

BUKU dibuat dari lembaran-lembaran yang dinomori berurutan, yang merupakan bahan turunan kayu yang dipadatkan dengan baik, yamg disebut kertas (dapat didaur ulang)., masing-masing lembar mampu menyimpan ribuan bit informasi.

Halaman-halamnanmya direkatkan jadi satu dengan piranti jahit yang disebut sampul jilid., menjaga agar lembaran-lembaran tetap berurutan. Teknologi Kertas Padat memungkinkan pabrik BUKU menggunakan kedua sisi lembaran tersebut, mengadakan kerapatan informasi dan mengurangi biaya produksi. Para ahli masih memikirkan prospek untuk lebih jauh meningkatkan kerapatan informasi di dalamnya; untuk saat ini BUKU, dapat menyimpan jumlah informasi jumlah besar hanya dengan menambah jumlah halamannya.

Setiap lembaran dipindai secara optis, mencatatakan informasi lamngsung ke dalam otak manusia. Penelusuran aliran informasinya dapat dilakukan secara digital-dengan menggunakan jari, orang pun dibawa ke halaman berikutnya. BUKU dapat dipelajari kapan saja dan dapat digunakan hanya dengan membukanya.

BUKU tak pernah macet atau perlu di-boot ulang meskipun, seperti piranti lain, tak dapat digunakan jika dijatuhkan dari pesawat. BUKU dapat dijelajahi memungkinkan Anda untuk menuju halaman manapun dengan cepat, untuk bergerak maju atau mundur sesuai dengan kehendak Anda. Banyak yang dilengkapi dengan indeks, yang menunjukkan lokasi suatu informasi, sehingga informasi yang dicari dapat cepat Anda temukan.

Asesori tambahan “batas BUKU” memungkinkan Anda membuka BUKU tepat pada tempat yang anda tinggalkan dalam sesi sebelumnya-sekalipun Anda telah menutup BUKUnya.

Batas BUKU dibuat sesuai dengan standar rancangan universal; jadi sebuah batas BUKU dapat digunakan dalam BUKU dari pabrik mana pun. Bahkan, BUKU dapat disisipi beberapa batas BUKU jika penggunanya ingin menyimpan beberapa tampilan sekaligus. Jumlahnya bisa sebanyak halaman BUKU itu sendiri. Anda bisa juga membuat catatan pribadi di samping teks BUKU dengan alat pemrograman tambahan yang disebut PENSIL (Pencatat Express Nyata Sandi Informasi Langsung).

Mudah dibawa, tahan lama, dan terjangkau, BUKU dielu-elukan sebagai perintis jalan gelombang baru dalam dunia hiburan. Selain itu daya tarik BUKU tampak begitu pasti sehingga ribuan pencipta isinya telah berkomitmen menciptakan lebih banyak BUKU lagio dan menurut berita, para investor dating berduyun-duyun. Dicari: judul-judul baru, segera.

Humor Patty Wooten dalam Maurice, et.al, 2002. Cara-cara Efektif  Mengasuh Anak Dengan EQ. Bandung: Kaifa

MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN

Guru tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang media pendidikan tetapi juga harus memiliki ketrampilan memilih dan menggunakan serta mengusahakan media itu dengan baik. Memilih dan menggunakan media pendidikan harus sesuai dengan tujuan materi, metode, evaluasi dan kemampuan guru serta minat dan kemampuan siswa.

Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman,   2006).

Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:

  1. Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir. Oleh karena itu mengurangi verbalisme (tahu istilah tetapi tidak tahu arti, tahu nama teatpi tidak tahu bendanya).
  2. Memperbesar perhatian siswa.
  3. Membuat pelajaran lebih menetap dan tidak mudah dilupakan.
    1. Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan para siswa.
    2. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu.
      1. Membantu tumbuhnya pengertian dan membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
      2. Sangat menarik minat siswa dalam belajar.
        1. Mendorong anak untuk bertanya dan berdiskusi karena ia ingin dengan dengan banyak perkataan, tetapi dengan memperlihatkan suatu gambar, benda yang sebenarnya, atau alat lain (Usman, 2005).
  • Macromedia flash MX

Macromedia Flash MX merupakan software keluaran Macromedia Inc. Software ini merupakan program untuk mendesain grafis animasi yang sangat populer dan banyak digunakan desainer grafis. Kelebihan flash terletak pada kemampuannya menghasilkan animasi gerak dan suara. Awal perkembangan flash banyak digunakan untuk animasi pada website, namun saat ini mulai banyak digunakan untuk media pembelajaran karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki (Khotimah, 2008).

Macromedia Flash MX merupakan gabungan konsep pembelajaran dengan teknologi audiovisual yang mampu menghasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Pembelajaran berbasis multimedia dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian. Siswa dapat mempelajari materi pelajaran tertentu secara mandiri dengan komputer yang dilengkapi program multimedia. Di pasaran banyak beredar software-software edutainment yang memadukan pendidikan dengan hiburan. Menurut Kumala (2005) macromedia flash MX ini memiliki kelebihan mampu menyimpan file-file dalam ukuran yang lebih kecil sehingga cukup praktis dan mudah untuk menggunakannya.

Sumber

Khotimah, 2008.www.akhmadsudrajat.com

Sadiman, Arief. 2006. Media Pendidikan. Jakarta: Grasindo Press

Usman, M.U. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya

SIAP MENGAJAR BIOLOGI


Mengajar merupakan profesi yang tidak bakal lepas dari kemampuan seorang guru. Ia merupakan proses panjang secara terus menerus dilakukan secara konsisten terhadap peserta didik. Mengajar pun bukan sekedar transfer pengetahuan dari seorang guru  ke murid namun selain itu adalah suatu proses penyampaian nilai ( transfer of value ). Bahkan mengajar memiliki arahan-arahan pada perubahan dan relatif permanen serta kemampuan seseorang. Dalam sistem pendidikan nasional dijelaskan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada sutu lingkungan belajar. Namun tidak sedikit guru yang dalam proses pembelajaran memperoleh kegagalan. Hal itu disebabkan kebanyakan guru tidak memahami benar bagaimana dasar-dasar pembelajaran serta metode yang akan dilakukan.

Biologi merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ). Dari asal katanya yang berbahas Yunani yaitu bios ( hidup ) dan logos ( ilmu ) maka biologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari mahluk hidup. Dengan memiliki makna seperti itu obyek kajiannya pun sangat luas yakni secara umum dikenal dunia tumbuhan dan hewan. Karena itu pula bahan materi yang akan diajarkan pun sangat beragam. Pada jenjang SMA saja sudah diajarkan kenekaragaman hayati, sistem pernapasan hewan, bioteknologi dan masih banyak lagi. Karena itu maka tidak heran jika banyak guru biologi yang mengalami kendala dalam proses pembelajarannya.

Penyusunan makalah ini tak lain adalah agar memudahkan guru ataupun mahasiswa sebagai calon guru dalam mempersiapkan proses pembelajaran yang akan dilakukan terhadap peserta didik.

Perencanaan adalah pemikiran sebelum pelaksanaan suatu tugas. Perencanaan pembelajaran diartikan pemikiran mengenai penerapan prinsip – prinsip umum pembelajaran dalam pelaksanaan tugas mengajar pada suatu situasi interaksi. Langkah awal perencanaan program pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting, sebab hal itu menentukan langkah kedepan pelaksanaan serta evaluasi yang diambil.

Menurut Subroto ( 1997 ) perencanaan terjadi pada dua tingkat yaitu kurikulum umum dan instruksional yang spesifik untuk pengajaran dalam kelas. Secara umum tugas guru dalam menyusun program pengajaran diantaranya program tahunan pelaksanaan kurikulum, semester, satuan pelajaran dan perencanaan program mengajar.

Secara mendasar hal yang paling awal yang harus dimengerti guru ialah terkuasainya GBPP. Hal ini disebabkan kurikulum merupakan pedoman untuk melaksanakan program pengajaran ( Nurgiyantoro, 1988 ). Dalam undang-undang dijelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan tertentu.

Setelah memahami benar kurikulum maka guru harus dapat menguasai bahan, tujuan kurikuler, dan instruksional. Dengan begitu guru selanjutnya dapat menyusun program pengajaran. Oleh Ibrahim dan Nana ( 1996 ) beberapa isi dari program semester diantaranya adalah metode mengajar, pokok bahasan, tujuan, media, evaluasi , alokasi waktu dll.

Dalam pembelajaran biologi sebagai cabang IPA mempunyai metode yang khas pada pelaksanaannya yaitu eksperimen. Namun tidak semua bahan materi pelajaran dapat dilakukan menggunakn metode eksperimen. Menurut team didaktik metodik IKIP Surabaya (1993 ) metode eksperimen atau demonstrasi wajar dilakukan jika siswa ingin tahu tentang bagaimana mengaturnya, bagaiman proses membuat, bagaiman proses bekerja, bagaimana proses menggunakan, terdiri dari apa, cara mana yang lebih baik danbagaiman kita mengetahui kebenaran. Harapan dari digunakannya metode eksperimen diantaranya siswa dapat belajar mandiri, memahami benar sendiri melalui pengalamannya, mengetahui fakta yang diperoleh. Siswa akan ingat benar apa yang telah ia pelajari, Sebab selama ini metode mengajar yang dilakukan guru kebanyakan hanyalah ceramah, tanya jawab dan naiknya lagi diskusi. Padahal penelitian Dunn menunjukkan bahwa hanya 30% siswa mengingat, 75% dari yang didengar selama periode kelas normal, 40 % menguasai yang mereka baca atau lihat ( Dryden dan Jeannette, 2002).

Untuk dapat melakukan demonstrasi maka perlu dilakukan perencanaan agar dalam pelaksanaannya sesuai dari yang ingin dicapai. Sub pokok bahasan apa yang kira-kira efektif atau sesuai dengan metode demonstrasi. Tidak sedikit guru yang “gagal” dalam metode ini, maka sebaiknya sebelum dilaksanakan pada jam pelajaran dicoba terlebih dahulu. Apabila memang sesuai, alat yang digunakan terjangkau, alokasi waktu memungkinkan maka guru sebaiknya menyiapkan format susunan laporan yang nantinya digunakan siswa dalam mencatat peristiwa atau menjawab pertanyan selama eksperimen berlangsung. Hal yang tak kalah penting adalah kesiapan penempatan alat dan keamanan.

Jika eksperimen adalah metode khas Biologi maka guru harus tahu benar yang akan dilakukanapabila metode tersebut tidak sesuai atau memungkinkan untuk dilakukan. Media dan sumber yang digunakn harus pas. Misal mengenai sub pokok bahasan bioteknologi maka sumber informasi atau bacaan yang dimiliki guru haruslah terkini, sebab saat ini banyak media yang begitu cepat diperoleh oleh siswa sebagai contoh internet. Dan apabila memungkinkan adanya penggunaan fasilitas komputer maka siswa dapat melihat proses pembentukan sel atau sub materi biologi yang tidak memungkinkan siswa melihat langsung proses yang terjadi di PBM . Minimal seorang guru harus menyusun tugas yang akan diberikan pada peserta didik di setiap pokok materi pelajaran . Apakah itu membuat artikel , makalah atau menggambar (misal perbedaan sel hewan dan tumbuhan), membuat skema bahkan lomba menyusun puzzle. Perencanaan tes sumatif pun sangat diperlukan agar nantinya peserta didik memahami benar manfaat belajar biologi.

Disamping persiapan penyusunan program-program , perencanaan aktivitas membuka pelajaran sangat penting. Sebab metode pembukaan yang berhasil dapat membuat siswa lebih antusias dan berminat mengikuti pembelajaran. Sedangkan apabila pembukaan pelajaran dirasa kurang menarik siswa pun akan acuh tak acuh terhadap materi yang disampaikan. Menurut Silberman (2004) beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ialah tingkat ancaman yaitu apakah siswa terbuka terhadap aktivitas baru, kesesuaian dengan norma-norma siswa dan relevansi mata pelajaran.

Selain penyusunan program tersebut hal lain yang tidak kalah penting adalah kesiapan fisik saat mengajar. Sebaiknya seorang guru menjaga betul kesehatannya misal dengan olahraga, makan teratur dan bergizi serta aktivitas lain yang dapat membantu mempertahankan tubuh tetap sehat atau fit. Jika keadaan sehat maka diharapkan PBM berjalan lancar, sebab dengan suara yang tegas, sikap berdiri yang tegap dan pandangan mata yang menyeluruh pada semua peserta didik akan menarik simpati dan mengikuti pembelajaran bahkan siswa akan lebih menghormati guru.

Persiapan seorang guru paling mendasar ialah perencanaan. Dari perencanaan semuanya akan dimulai. Penguasaan kurikulum akan memunculkan tujuan lebih spesifik. Pemrograman – pemrograman pembelajaran akan dilakukan dari jangka panjang tahunan sampai jangka pendek (sub mata pelajaran). Pemilihan membuka pelajaran dan metode yang tepat jauh hari sebelum pelaksanaan akan membuat lebih mudah.

Mahasiswa calon guru sebaiknya memahami benar hakekat guru itu sendiri dan dasar – dasar proses pembelajaran sebagai langkah awal dalam memepersiapkan diri untuk mengajar sehingga nantinya para generasi mendatang memperoleh pendidikan yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Dryden, Gordon dan Jeannette Vos, 2002. Revolusi Cara Belajar 2. Bandung: Kaifa

Ibrahim, R dan nana Syaodihs, 1996. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Majalah Gerbang edisi 3 Th III September 2003

Nurgiyantoro, Burhan, 1988. Dasar – dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah. Yogyakarta:BPFE

Silberman, Melvin, 2004. 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa.

Suryosubroto, 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta

Team Pembina Matakuliah Didaktik Metodik.1993.Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM. Jakarta: PT raja Grafindo Persada

PROSES BELAJAR MENGAJAR

Belajar menurut KBBI (1996) adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Menurut pengertian ini, belajar merupakan suatu proses suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan (Hamalik, 2008).

Belajar sebagai proses atau aktivitas disyaratkan oleh banyak sekali hal-hal atau faktor-faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu adalah banyak sekali macamnya. Faktor-faktor itu dapat diklasifikasikan:

  1. Faktor-faktor stimuli belajar

Stimuli belajar yang dimaksud disini yaitu segala hal di luar individu yang merangsang individu itu mengadakan reaksi atau perbuatan belajar. Stimuli disini mencakup materiil, penegasan, serta suasana lingkungan eksternal yang harus diterima atau dipelajari oleh si pelajar. Faktor-faktor ini adalah panjangnya bahan pelajaran, kesulitan bahan pelajaran, berartinya bahan pelajaran, berat ringannya tugas, suasana lingkungan eksternal.

  1. Faktor-faktor metode belajar

Metode mengajar yang dipakai guru sangat mempengaruhi metode belajar yang dipakai oleh si pelajar. Dengan perkataan lain metode yang dipakai oleh guru menimbulkan perbedaan yang berarti bagi proses belajar. Faktor-faktor metode belajar meliputi: kegiatan berlatih atau praktik, overlearning dan drill, resitasi selama belajar, pengenalan tentang hasil-hasil belajar, belajar dengan keseluruhan dan bagian-bagian, penggunaan modalitas indra, penggunaan dalam belajar, kondisi-kondisi insentif.

  1. Faktor-faktor individual

Selain faktor-faktor stimuli dan metode belajar faktor-faktor individual sangat besar penngaruhnya terhadap belajatr seseorang. Adapun faktor-faktor ini meliputi: kematangan, usia kronologis, perbedaan jenis kelamin, pengalaman sebelumnya, kapasitas mental, kondisi kesehatan jasmani, kondisi kesehatan rohani, motivasi (Soemanto, 1998).

SUMBER

Anonim 1. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Hamalik, O. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Soemanto, Wasty.1998. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta