KREATIVITAS

“Sebenarnya orang yang kreatif itu bebas tanpa tuntutan”. Ilmunya orang-orang secara spontan mengaitkan kreativitas dengan:

  • Pemikiran, kecerdasan, kepandaian, kemampuan seseorang menciptakan atau menemukan hal-hal baru, proses pencapaian cara-cara baru dalam memecahkan permasalahan baru, kreasi-kreasi baru untuk menghasilkan objek-objek atau bentuk-bentuk baru serta kelincahan pemikiran orang.
  • Ada juga: dikaitkan dengan istilah konvensional, pemunculan pemikiran unggul proses yang terjadi pada manusia untuk meningkatkan efisiensi dan daya cipta manusiayang lain dari manusia lainnya yang lazim.

Ciri dan Karakteristik Orang-orang yang Kreatif (oleh Hilgland dan Atkinson):

  • Orang yang kreatif bebas dalam berpikir dan bertindak, tidak menyukai kegiatan-kegiatan kelompok yang menuntut konformitas serta tidak mudah dipengaruhi oleh desakan-desakan social bila mereka telah yakin bahwa pendapat mereka masing-masing benar.
  • Memiliki kecenderungan kurang dogmatis  dan lebih relativistic dalam pandangan-pandangan hidupnya jika dibandingkan dengan orang-orang yang dinilai tidak kreatif.
  • Berkemauan dengan dorongan-dorongan kemauan dirinya yang tidak berdasarkan pada akal.
  • Menyukai hal-hal yang rumit dan baru.
  • Menghargai humor dan mempunyai sense good of humor
  • Menekankan pentingnya nilai-nilai teoristik dan estetik.

Karakteristik tersebut mempunyai kesamaan dasar yang cukup dominant yaitu lebih fleksibel daripada orang-orang yang tidak kreatif. Fleksibilitas ini menyebabkan orang kreatif dapat menghindari rintangan-rintangandalam memecahkan persoalan yang dihadapi mereka.

Diluar batas kecerdasan tertentu korelasi antara hasil tes kecerdasan dengan kreativitas dan produktivitas adalah kecil.

Variable-variabel kepribadian dan motivasi merupakan hal-hal yang penting bagi kreativitas seseorang. Penelitian oleh Getzels dan Jackson (1962) kreatiitas dan IQ korelasinya adalah kecil.

Penelitian Torrance (1965) anak-anak SD terutama kelas 1, 2, dan 3 yang mendapat skor tinggi pada tes kreativitass sering dijuliki oleh teman-temannya sebagai murid bebal (silly) atau nakal (naughty) atau dianggap liar sembrono (wild). Hal ini dikemudian hari dapat  menghambat timbulnya gagasan-gagasan yang kreatif pada anak ini.

Faktor-Faktor Yang Penting Dalam Perencanaan Dan Kemampuan Kreatif, Sifat-Sifat tersebut:

  • Fluency: kesigapan, kelancaran serta kemampuan menghasilkan banyak gagasan.
  • Fleksibilitas: kemampuan menggunakan bermacam-macam pendekatan dalam mengatasi persoalan.
  • Originalitas: kemampuan mencetuskan gagasan-gagasan asli
  • Elaborasi: kemampuan melakukan hal-hal secara detail terperinci.
  • Redefinition: kemampuan merumuskan batasan-batasan dengan melihat dari sudut lain bukan dari cara-cara yang lazim.

Kreativitas dan Stabilitas Emosi

‘”Ada yang mengatakan: seniman-seniman dan penulis-penulis kenamaan yang terganggu oleh masalah-masalah pribadi, kemampuan kreatifnya bersumber pada konflik-konflik yang terdapat dalam diriya sendiri.”

Kejadian neorosis pada orang kreatif lebih jarang jika dibandingkan denganorang-orang biasa umumnya, meskipun pada orang-orang yang sangat pandai dalam bidang sastra ditemukan kecenderungan mempunyai kehidupan emosianal yang tidak stabil.

Orang-orang yang kreatif dalam bidang ilmu-ilmu alam meskipun secara emosional stabil, cenderung menarik diri dari pergaulan (hubungan-hubungan antar manusia). Kemungkinan mreka memiliki kemampuan-kemampuan tertentu yang tingkatnya lebih tinggi daripada orang lain yang membuat mereka sibuk dengan pekerjaan dan mengasingkan diri (terpisah dari orang biasa lainnya). Biasanya mereka tenggelam dalam minatnya di bidang pengetahuan dan mengabdikan segala daya dan tenaganya melalui pekerjaannya.

Beberapa seniman dan penulis, tema-tema yang mengisi usaha-usaha kreatifnya itu sebagian mencerminkan konflik-konflik pribadinya yang tidak terselesaikan.

Orang-orang yang kreatif lebih sering mempunyai kecenderungan sebagai orang yang telah dapat megatasi sebagian besar kesulitan dan konflik-konflik dirinya pada masa mudanya dan kemudian mengamalkan kembali kemampuan-kemampuan mengatsi persoalan baru yang ada padanya melalui kekuatan dan kepekaan yang baru.

Kreativitas ditinjau dari Sudut Psikologi:

Kreativitas berkaitan dengan serangkaian faktor dan atau kejiwaan manusia

Kebebasan berpikir dan brtindak misalnya dianggap sebagai cirri yang menonjol yang terdapat pad orang-orang yang kreatif.

Orang kreatif belum tentu cerdas, kehidupan emosinal stabil, pandai bergaul dan neurotis.

Bila orang mengharapkan kebebasan berpikir dan bertindak dari luar dirinya bukanlah orang yang kreatif.

Sejarah manakah Manusia itu Bebas

Kebiasaan-kebiasaan dan tekanan-tekanan lingkungan hidup biasanya membuat orang tampil dengan perilakunya yang stereotypis.

Kesadaran diri manusia meliputi kesdaran dan pengenalan terhadap kegiatan-kegiatan yang dikerjakan.

Kondisis yang lebih bebas selain unsure kesadaran diri, kecerdasan dan pengetahuan ialah kesehatan mental, jasmani, kekayaan imajinasi, minat yang luas dan lingkungan hiup yang maju dan baik.

Persyaratan orang untuk menemui kebebasan berpikir disamping pengenalan diri, pengenalan lingkungan sekitar, peningkatan kecerdaqsan juga diperlukan  pertimbangan adanya keselarasan dengan kehidupan kemasyarakatan tempat orang itu hidup.

Pendidikan Membentuk Manusia Kreatif

Kadang-kadang orang yang disebut troublemaker dalam suatu lingkungan disebut orang yang kreatif dalam lingkuangn lain (Maier 1965).

Belajar kreatif dapat mengubah cara atau jalan  bepikir, perasaan dan mengerjakan sesuatu melalui proses banyak bertanya (inquiry) dan penjelajahan (eksplorasi).

Hal ini membuat orang mencari hubungan-hubungan dan implikasi-implikasi serta meningkatkan daya imaginasi sampai kepada penilaian terhadap sesuatu. Belajar dengan cara ini bukan bearti orang menjawab serangkaian soal, melainkan menentukan cara-cara untuk menilai sesuatu dengan tepat dan dapat menghadapi, mengolah serta menguasai situasi-situasi baru sesuai dengan tuntutan-tuntutan dan aturan yang baik.

Dalam kerja kelompok acara sumbang gagas (brainstorming) dianggap cara yang paling popular untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran yang kreatif

Pemikir atau ilmuwan atau seniman menempati pemecahan  masalah melalui empat tahap persiapan: persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi.

Oleh Mulyono Gandadiputra “ Kreativitas dalam Seni dan Masyarakat dalam Proses Pembentukan Nilai Budaya dalam Masyarakat” Majalah Budaya, 22 september 2003

Diringkas 21 februari 2005. write in computer 27 November 2009

About smartlearner
I'm only ordinary people..., integrity, indeferrent... (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: