Variasi Gaya Mengajar


Membentuk pribadi guru yang menyenangkan siswa dalam proses belajar mengajar tidak mudah. Keprofesionalan guru dalam mengajar di kelas  masih banyak ada yang bisa dikatakan kurang cakap. Hal semacam itu bisa terjadi disebabkan salah satunya adalah dalam menangani siswa atau kelas, guru belum bisa mengendalikannya. Apabila dirinci lagi ternyata dalam mengajar itu variasi-variasi guru dalam mengajar masih minim, gaya mengajar yang dilakukannya monoton. Dengan demikian tidak heran jika siswa tidak antusias mengikuti pembelajaran.

Diantara variasi-variasi yang sangat minim itu adalah variasi dalam mengajar, variasi dalam pola interaksi guru murid serta variasi dalam media dan alat-alat pelajaran. Sedangkan variasi dalam mengajar itu meliputi:

v     Suara

v     Penekanan (focusing)

Merupakan cara guru untuk memusatkan perhatian

v     Pemberian waktu (pausing)

Merupakan siasat untuk manrik perhatian siswa dengan diam sebentar

v     Kontak pandang

Merupakan tatapan mata guru pada muridnya secara rata supaya memberikan kesan simpatik dan ramah, seolah-olah murid diajak bicara.

v     Ekspresi roman muka

Ekspresi ini dapat juga disebut mimik guru dengan wajah, siswapun dapat mengetahui keadaan guru apakah serius atau tidak. Ekspresi ini misal tersenyum, menaikkan alis mata dan sebagainya dengan cara ini apa yang disampaikan secara lisan pun lebih mengena.

v     Gerakan anggota badan (gesturing)

Berkaitan dengan variasi mengajar seorang guru biasanya sangat terkait dengan gaya kebiasaannya. Gaya mengajar itu memiliki arti sebagai gaya yang dilakukan guru pada waktu mengajar di dalam kelas. Dalam hal ini juga termasuk cepat atau lambat langkah-langkah yang dilakukan dalam malalui jalan pelajaran atau dengan kata lain banyak sedikitnya elajaran yang diberikan oleh guru pada waktu mengajar.

Akan tetapi untuk melakukan variasi mengajar ini harus berdasar prinsip pengajaran yaitu:

v     Dalam menggunakan keterampilan variasi sebaiknya semua jenis variasi digunakan. Selain juga harus ada variasi penggunaan komponen untuk tiap jenis variasi semua itu untuk mencapai tujuan belajar.

v     Menggunakan variasi secara lancar dan berkesinambungan sehingga moment proses belajar yang utuh tidak rusak, perhatian anak didik dan proses tidak terganggu.penggunaan komponen variasi harus benar-benar terstruktur dan direncanakan oleh guru. Karena itu memerlukan penggunaan yang luwes spontan sesuai dengn umpan balik yang diterima siswa. Biasanya bentuk umpan balik ialah:

  • Umpan balik tingkah laku yang menyangkut perhatian dan ketertiban siswa.
  • Umpan balik informasi tentang pengetahuan dan pelajaran.

Diadakan variasi mengajar oleh guru terhadap siswanya bukanlah kegiatan tanpa tujuan atau maksud tertentu. Tujuan diadakannya variasi mengajar adalah:

v     Meningkatkan dan memelihara perhatian sisw terhadap relevansi PBM.

v     Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi

v     Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah

v     Memberi kemungkinan pilihan dn fasilitasa belajar undividual

v     Mendorong anak didik untuk belajar.

About smartlearner
I'm only ordinary people..., integrity, indeferrent... (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: