SIAP MENGAJAR BIOLOGI


Mengajar merupakan profesi yang tidak bakal lepas dari kemampuan seorang guru. Ia merupakan proses panjang secara terus menerus dilakukan secara konsisten terhadap peserta didik. Mengajar pun bukan sekedar transfer pengetahuan dari seorang guru  ke murid namun selain itu adalah suatu proses penyampaian nilai ( transfer of value ). Bahkan mengajar memiliki arahan-arahan pada perubahan dan relatif permanen serta kemampuan seseorang. Dalam sistem pendidikan nasional dijelaskan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada sutu lingkungan belajar. Namun tidak sedikit guru yang dalam proses pembelajaran memperoleh kegagalan. Hal itu disebabkan kebanyakan guru tidak memahami benar bagaimana dasar-dasar pembelajaran serta metode yang akan dilakukan.

Biologi merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ). Dari asal katanya yang berbahas Yunani yaitu bios ( hidup ) dan logos ( ilmu ) maka biologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari mahluk hidup. Dengan memiliki makna seperti itu obyek kajiannya pun sangat luas yakni secara umum dikenal dunia tumbuhan dan hewan. Karena itu pula bahan materi yang akan diajarkan pun sangat beragam. Pada jenjang SMA saja sudah diajarkan kenekaragaman hayati, sistem pernapasan hewan, bioteknologi dan masih banyak lagi. Karena itu maka tidak heran jika banyak guru biologi yang mengalami kendala dalam proses pembelajarannya.

Penyusunan makalah ini tak lain adalah agar memudahkan guru ataupun mahasiswa sebagai calon guru dalam mempersiapkan proses pembelajaran yang akan dilakukan terhadap peserta didik.

Perencanaan adalah pemikiran sebelum pelaksanaan suatu tugas. Perencanaan pembelajaran diartikan pemikiran mengenai penerapan prinsip – prinsip umum pembelajaran dalam pelaksanaan tugas mengajar pada suatu situasi interaksi. Langkah awal perencanaan program pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting, sebab hal itu menentukan langkah kedepan pelaksanaan serta evaluasi yang diambil.

Menurut Subroto ( 1997 ) perencanaan terjadi pada dua tingkat yaitu kurikulum umum dan instruksional yang spesifik untuk pengajaran dalam kelas. Secara umum tugas guru dalam menyusun program pengajaran diantaranya program tahunan pelaksanaan kurikulum, semester, satuan pelajaran dan perencanaan program mengajar.

Secara mendasar hal yang paling awal yang harus dimengerti guru ialah terkuasainya GBPP. Hal ini disebabkan kurikulum merupakan pedoman untuk melaksanakan program pengajaran ( Nurgiyantoro, 1988 ). Dalam undang-undang dijelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan tertentu.

Setelah memahami benar kurikulum maka guru harus dapat menguasai bahan, tujuan kurikuler, dan instruksional. Dengan begitu guru selanjutnya dapat menyusun program pengajaran. Oleh Ibrahim dan Nana ( 1996 ) beberapa isi dari program semester diantaranya adalah metode mengajar, pokok bahasan, tujuan, media, evaluasi , alokasi waktu dll.

Dalam pembelajaran biologi sebagai cabang IPA mempunyai metode yang khas pada pelaksanaannya yaitu eksperimen. Namun tidak semua bahan materi pelajaran dapat dilakukan menggunakn metode eksperimen. Menurut team didaktik metodik IKIP Surabaya (1993 ) metode eksperimen atau demonstrasi wajar dilakukan jika siswa ingin tahu tentang bagaimana mengaturnya, bagaiman proses membuat, bagaiman proses bekerja, bagaimana proses menggunakan, terdiri dari apa, cara mana yang lebih baik danbagaiman kita mengetahui kebenaran. Harapan dari digunakannya metode eksperimen diantaranya siswa dapat belajar mandiri, memahami benar sendiri melalui pengalamannya, mengetahui fakta yang diperoleh. Siswa akan ingat benar apa yang telah ia pelajari, Sebab selama ini metode mengajar yang dilakukan guru kebanyakan hanyalah ceramah, tanya jawab dan naiknya lagi diskusi. Padahal penelitian Dunn menunjukkan bahwa hanya 30% siswa mengingat, 75% dari yang didengar selama periode kelas normal, 40 % menguasai yang mereka baca atau lihat ( Dryden dan Jeannette, 2002).

Untuk dapat melakukan demonstrasi maka perlu dilakukan perencanaan agar dalam pelaksanaannya sesuai dari yang ingin dicapai. Sub pokok bahasan apa yang kira-kira efektif atau sesuai dengan metode demonstrasi. Tidak sedikit guru yang “gagal” dalam metode ini, maka sebaiknya sebelum dilaksanakan pada jam pelajaran dicoba terlebih dahulu. Apabila memang sesuai, alat yang digunakan terjangkau, alokasi waktu memungkinkan maka guru sebaiknya menyiapkan format susunan laporan yang nantinya digunakan siswa dalam mencatat peristiwa atau menjawab pertanyan selama eksperimen berlangsung. Hal yang tak kalah penting adalah kesiapan penempatan alat dan keamanan.

Jika eksperimen adalah metode khas Biologi maka guru harus tahu benar yang akan dilakukanapabila metode tersebut tidak sesuai atau memungkinkan untuk dilakukan. Media dan sumber yang digunakn harus pas. Misal mengenai sub pokok bahasan bioteknologi maka sumber informasi atau bacaan yang dimiliki guru haruslah terkini, sebab saat ini banyak media yang begitu cepat diperoleh oleh siswa sebagai contoh internet. Dan apabila memungkinkan adanya penggunaan fasilitas komputer maka siswa dapat melihat proses pembentukan sel atau sub materi biologi yang tidak memungkinkan siswa melihat langsung proses yang terjadi di PBM . Minimal seorang guru harus menyusun tugas yang akan diberikan pada peserta didik di setiap pokok materi pelajaran . Apakah itu membuat artikel , makalah atau menggambar (misal perbedaan sel hewan dan tumbuhan), membuat skema bahkan lomba menyusun puzzle. Perencanaan tes sumatif pun sangat diperlukan agar nantinya peserta didik memahami benar manfaat belajar biologi.

Disamping persiapan penyusunan program-program , perencanaan aktivitas membuka pelajaran sangat penting. Sebab metode pembukaan yang berhasil dapat membuat siswa lebih antusias dan berminat mengikuti pembelajaran. Sedangkan apabila pembukaan pelajaran dirasa kurang menarik siswa pun akan acuh tak acuh terhadap materi yang disampaikan. Menurut Silberman (2004) beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ialah tingkat ancaman yaitu apakah siswa terbuka terhadap aktivitas baru, kesesuaian dengan norma-norma siswa dan relevansi mata pelajaran.

Selain penyusunan program tersebut hal lain yang tidak kalah penting adalah kesiapan fisik saat mengajar. Sebaiknya seorang guru menjaga betul kesehatannya misal dengan olahraga, makan teratur dan bergizi serta aktivitas lain yang dapat membantu mempertahankan tubuh tetap sehat atau fit. Jika keadaan sehat maka diharapkan PBM berjalan lancar, sebab dengan suara yang tegas, sikap berdiri yang tegap dan pandangan mata yang menyeluruh pada semua peserta didik akan menarik simpati dan mengikuti pembelajaran bahkan siswa akan lebih menghormati guru.

Persiapan seorang guru paling mendasar ialah perencanaan. Dari perencanaan semuanya akan dimulai. Penguasaan kurikulum akan memunculkan tujuan lebih spesifik. Pemrograman – pemrograman pembelajaran akan dilakukan dari jangka panjang tahunan sampai jangka pendek (sub mata pelajaran). Pemilihan membuka pelajaran dan metode yang tepat jauh hari sebelum pelaksanaan akan membuat lebih mudah.

Mahasiswa calon guru sebaiknya memahami benar hakekat guru itu sendiri dan dasar – dasar proses pembelajaran sebagai langkah awal dalam memepersiapkan diri untuk mengajar sehingga nantinya para generasi mendatang memperoleh pendidikan yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Dryden, Gordon dan Jeannette Vos, 2002. Revolusi Cara Belajar 2. Bandung: Kaifa

Ibrahim, R dan nana Syaodihs, 1996. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Majalah Gerbang edisi 3 Th III September 2003

Nurgiyantoro, Burhan, 1988. Dasar – dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah. Yogyakarta:BPFE

Silberman, Melvin, 2004. 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa.

Suryosubroto, 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta

Team Pembina Matakuliah Didaktik Metodik.1993.Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM. Jakarta: PT raja Grafindo Persada

About smartlearner
I'm only ordinary people..., integrity, indeferrent... (^_^)

2 Responses to SIAP MENGAJAR BIOLOGI

  1. Renata says:

    untuk siap mengajar biologi, bisa juga mempersiapkan diri dengan memanfaatkan CD e-learning Savvy. Saat ini di toko buku GRamedia, di counter software elex telah tersedia aneka judul CD Savvy dengan berbagai topik. Seperti apa Cd e-learning Savvy, silakan mencoba demonya di: http://www.centrinova.com/savvy/demo_download.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: