Memperkenalkan Piranti Baru Bacaan Urut Kertas Utama (BUKU)

BUKU adalah terobosan revolusioner dalam teknologi tanpa kabel, rangkaian listrik, baterai, tak ada yang perlu dihubungkan atau dinyalakan. Sangat mudah digunakan bahkan anak kecil dapat mengoperasikannya. Padat dan mudah dijinjing, piranti ini bisa digunakan dimana saja-bahkan duduk si kursi dekat perapian pun- tetapi cukup canggih sehingga dapat menyimpan banyak informasi seperti CD-ROM. Begini cara kerjanya:

BUKU dibuat dari lembaran-lembaran yang dinomori berurutan, yang merupakan bahan turunan kayu yang dipadatkan dengan baik, yamg disebut kertas (dapat didaur ulang)., masing-masing lembar mampu menyimpan ribuan bit informasi.

Halaman-halamnanmya direkatkan jadi satu dengan piranti jahit yang disebut sampul jilid., menjaga agar lembaran-lembaran tetap berurutan. Teknologi Kertas Padat memungkinkan pabrik BUKU menggunakan kedua sisi lembaran tersebut, mengadakan kerapatan informasi dan mengurangi biaya produksi. Para ahli masih memikirkan prospek untuk lebih jauh meningkatkan kerapatan informasi di dalamnya; untuk saat ini BUKU, dapat menyimpan jumlah informasi jumlah besar hanya dengan menambah jumlah halamannya.

Setiap lembaran dipindai secara optis, mencatatakan informasi lamngsung ke dalam otak manusia. Penelusuran aliran informasinya dapat dilakukan secara digital-dengan menggunakan jari, orang pun dibawa ke halaman berikutnya. BUKU dapat dipelajari kapan saja dan dapat digunakan hanya dengan membukanya.

BUKU tak pernah macet atau perlu di-boot ulang meskipun, seperti piranti lain, tak dapat digunakan jika dijatuhkan dari pesawat. BUKU dapat dijelajahi memungkinkan Anda untuk menuju halaman manapun dengan cepat, untuk bergerak maju atau mundur sesuai dengan kehendak Anda. Banyak yang dilengkapi dengan indeks, yang menunjukkan lokasi suatu informasi, sehingga informasi yang dicari dapat cepat Anda temukan.

Asesori tambahan “batas BUKU” memungkinkan Anda membuka BUKU tepat pada tempat yang anda tinggalkan dalam sesi sebelumnya-sekalipun Anda telah menutup BUKUnya.

Batas BUKU dibuat sesuai dengan standar rancangan universal; jadi sebuah batas BUKU dapat digunakan dalam BUKU dari pabrik mana pun. Bahkan, BUKU dapat disisipi beberapa batas BUKU jika penggunanya ingin menyimpan beberapa tampilan sekaligus. Jumlahnya bisa sebanyak halaman BUKU itu sendiri. Anda bisa juga membuat catatan pribadi di samping teks BUKU dengan alat pemrograman tambahan yang disebut PENSIL (Pencatat Express Nyata Sandi Informasi Langsung).

Mudah dibawa, tahan lama, dan terjangkau, BUKU dielu-elukan sebagai perintis jalan gelombang baru dalam dunia hiburan. Selain itu daya tarik BUKU tampak begitu pasti sehingga ribuan pencipta isinya telah berkomitmen menciptakan lebih banyak BUKU lagio dan menurut berita, para investor dating berduyun-duyun. Dicari: judul-judul baru, segera.

Humor Patty Wooten dalam Maurice, et.al, 2002. Cara-cara Efektif  Mengasuh Anak Dengan EQ. Bandung: Kaifa

SENAM KETAWA

Ha ha ha ha ha ha.  Hi hi hi. Hua hua hua hua. He he he. Ho ho ho ho.  Ha ha hi hi hua hua he ho ho. Hi hi hi hi ha ha  ho ho ho ho ho  ho ha ha ha ha ha. He he he. Ha ha ha ha hua hua hua  ho ho ho hi hi hi hi kitik kitik ha ha. Ho ho ho ho ho ho ha ha ha hahi hi hi. Ha ha. Ha!

Apakah anda mulai tertawa ? mungkin tersenyum sedikit? Mungkin anda  menulang-ulang paragraf tersebut agar lebih berhasil. Inilah salah satu penyesuainnya:

Ho ho ho ho ho! Hua-ha-ha-ha-ha. He he he he he. Ha ho he hu hua hua he hu ha ha ho . hi he hua ha ha. Ho de-ho ho ha de-hoo-ha . he he ha-hoo  yi yeh de-de ha. Halva hi hi hi ha ho ho. Hua he he hua ha hu he ho ha hua ho. Hoo hoo!

Lebih mendingan? Anda dan keluarga  dapat bergiliran melakukannya dengan lebih baik lagi! Nah mengapa ini layak dicoba? Hal –hal yang besar dan sehat tejadi di tubuh kita keyika kita tertawa. Jantung kita berdetak lebih cepat, sistem kekebalan kita diaktifkan, hormon-hormon dipompa keluar membuat kita lebih siaga, dan oksigen mengalir ke otak kita, yang agaknya membantu kita bepikir lebih tajam dan melihat lebih jelas. Otot-otot kita  mengendur, dan sistem pencernaan kita  bekerja lebih baik. He he he!

Kurang setuju? yach setidaknya kita tertawa ketika bermain dengan adek kecil kita? 🙂

Sumber:

Maurice, et.al, 2002. Cara-cara Efektif  Mengasuh Anak Dengan EQ. Bandung: Kaifa

MENGHIDUPKAN TUGAS

beberapa tulisan dibawah ini merupakan salah satu cara untuk membuat siswa senang mengerjakan tugas dari gurunya, atau bisa untuk para orangtua kepada anaknya.

Kepada            : lufamaya

Dari                  : piring@bakcuci.com

Hai maya. Aku sebuah piring. Ada makanan menempel di tubuhku dan baunya…….ihh!  aku tahu dari catatan yang ditempel di kulkas bahwa kau mestinya mencuci aku dan teman-temanku setelah makan malam. Tapi kau belum melakukannya. Dan kami sudah mulai berkerak. Kami akan  lebih sulit dibersihkan, dan semakin tidak bahagia. Mohon segera temui kami. Eh bunyi apa itu? Ya ampun gelas. Susu di dalamnya mulai mengental.spon darurat!  Aku harus pergi . Datanglah cepat-situasi semakin gawat jangan ngechat :((

Inbox  : jins_Y

Halo? Haloo? Halo sinta? Ani aku, jins kamu. Kutinggalkan pesan sms ini karena aku ingin kau tahu bahwa aku merasa sedih. Sedih karena aku measa kau tak memperhatikan  aku dan teman-temanku. Kami adalh baju-baju dan celanamu. Kami telah terpuruk di sini selama dua hari ini. Kami merasa tak nyaman. Kepanasan, kedinginan. Sebagian dari kami ingin berada di lemari sebagina lagi ingin digantung. Otot-otot kami menjadi kram tak karuan. Aku terpilih mewakili  yang lain untuk memintamu lebih merawat kamibkami juga merawatmu? Terima kasih dan semoga kau bahagia hari ini.

Tuisan diatas saya kutipkan dari Maurice, et.al, 2002. Cara-cara Efektif  Mengasuh Anak Dengan EQ. Bandung: Kaifa

Cara lain untuk siswa di sekolah menurut saya bisa juga kita  buat demikian, misal:

Dari                  : mawar@tamanindah.co.cc

Kepada            : Yes muslim_seger 🙂

Halo iYes ini aku mawar. Saat ini aku sudah mulai layu. Engkau tak memberikan nutrisi pertumbuhan untukku. Jangankan hormon pertumbuhan giberelin atau auksin bahkan pupuk biasa pun engkau tak memberikannya padaku. Kamu tahu tidak, yang paling vital bagiku adalah air. Sekarang aku sangat kehausan, air sangat penting bagiku. Udara sangat panas menyengat, cahaya mataharipun sudah membakarku rasa-rasanya. Udara sekarang sudah tak lembab, ada pemanasan global dan polusi semakin meningkat. Memang  aku tak mungkin tumbuh membesar karena tak berkambium. Tapi engkaukan baik hati. Cepat ya, jangan sampai terlambat. 🙂

Bagaimana? Berkaitan dengan contoh saya ambil yang biologi. Contoh lain untuk menjelaskan bagian sel saraf bisa menggunakan cara ini bagi saya:

From dendrit@badanakson.co.id mailing list to nodus_ranvier@neurit.co.id with friend (sel schwann and myelin) to synapsis

Untuk yang berkaitan dengan unsur-unsur materi pembelajarannya bisa diberi warna atau garis bawah, yah sekreativ anda membuatnya. Sepertinya  jaman teknologi ini perlu dieksplorasi sebaik-baiknya. Selamat berkreasi . 🙂

PERANG INFORMASI

Suatu kenyataan  yang tak bisa dielak bahwa saat ini era perang informasi. Jutaan orang telah menggunakan “high teknology: internet” dalam hidup kesehariannya. Fasilitas ini bisa didapatkan  dalam ponsel yang bisa dibilang barang wajib. Akses informasi menjadi suatu kebutuhan yang penting. Membaca berita  up to date seolah-olah makanan sehari-hari bagi jiwanya. Berbagi informasi sebagai wujud aktualisasi diripun dilakukan di internet sudah bukan hal rumit lagi, tak perlu punya komputer untuk bisa menjadi netter.

Akhir-akhir ini kitapun mendengar kabar bahwa akhir tahun lalu ± desember 2009 bahwa situs jejaring sosial friendster telah diakuisisi oleh sebuah perusahaan di Malaysia.  Negara Malaysia??

Pada 19 januari dapat info di salah satu tv swasta bahwa situs search engine raksasa di dunia digandeng Prancis untuk kerjasama. Negara Prancis??

Awal Januari dikabarkan bahwa Jepang telah meluncurkan blog dan tweeter sendiri untuk negaranya. Negara Jepang??

Negara Jepang memang tak ketat seperti Cina, kenyataannya mereka terbukti produktif yang memang Jepang terkenal sebagai macan Asia. Teknologi sudah bukan taraf konsumsi tapi produksi. Terbukti  memiliki blognya sendiri itu.

Negara lain?? Lihat saja Cina. Negara ini terkenal dengan great wall dimana-mana yang memang tembok besar adanya di cina). Cukup “banyak” website yang diblockade di negara ini. Hal yang paling hebat adalah blogspot tak bisa dibuka di negara ini. Memang kabar terakhir  cukup mencengangkan bagi saya adalah hacker Cina menjebol google? Akibatnya dikabarkan bahwa google akan hengkang dari Cina. Terlebih hackernya adalah abg gadis remaja. FANTASTISS!! Selain itu facebook di negara saya tercinta: Indonesia banyak yang memiliki akun di situs jejaring ini,  ternyata di cina juga tak bisa dibuka. Facebook tak bisa digunakan disana, yang memang facebook sudah cukup beberapa negara juga memblockadenya gara-gara sempat dikabarkan melanggar privasi user. Negara itu adalah kanada dll.  Sistem blockade ini keren dan hebat juga menurut saya  kalau dipikir. Jika netter negara lain ingin berhubungan  ,misal chat , webcam_an, bagi info via blog   tentu harus menggunakan  website yang tidak di blockade di negeri cina tersebut. Bayangkan jika netter negara luar cina akan berhubungan via internet dengan netter cina. jika demikian, maka  harus menggunakan ‘software’ atau mudahnya website yang tidak diblockade di Cina. Kalu demikian bearti netter lain  secara tidak langsung memberikan dollar alias penghasilan bagi Cina?? Jika Cina hanya  mengizinkan website tertentu  dinegaranya  yang mungkin hasil produk negaranya sendiri  bearti juga lebih mudah untuk mengatur mengendalikan jaringan internetnya. Untuk aplikasi chat negra cina punya sendiri.  Negara ini meskipun terkenal Great Wall  tetapi kenyataannnya kecanggihan informasi teknologinya tak ketinggalan dan terbukti  bisa “menjebol” googol (aslinya gitu ya? J lalu informasi search engine pun kemungkinan dibuat sendiri kali ya? Apakah itu bearti informasi diperoleh secara “terbatas” di negara itu??

Amerika? Tak perlu ditanya. Disana kalau ingin mendapatkan  informasi juga mudah mendapatkan. Mereka sudah terbiasa dengan komunitas dalam internet dunia maya untuk berdiskusi atau yang lainnya.

Sangat terlihat  bahwa negara-negara besar di dunia memiliki sistem sendiri untuk mengatur  perkembangan teknologi informasi atau bahasa mudahnya bagi saya adalah ilmu pengetahuan teknologi  (iptek, internet?) berkaitan dengan internet memang semua memiliki aturan sendiri  termasuk  negara kita. Melihat  fakta di sejumlah negara maju ternyata semua terkait dengan karakteristik idiologi negaranya.

Mengingat sebuah kata dalam buku pancasila? “teknologi  dicipta untuk manusia bukan manusia untuk teknologi ?” hemm.

[inspirasi, diskusi bulan januari dengan sahabat  di negeri panda]

pangium edule pengganti formalin

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Usaha peningkatan mutu kesehatan terhadap masyarakat yang sedang digalakkan pemerintah tidak selamanya dapat berjalan sesuai harapan. Berbagai masalah muncul dan menuntut penyelesaian yang secepatnya dari berbagai pihak yang terkait. Kebutuhan akan makanan yang sehat serta higienis, mutlak diperlukan demi kelangsungan hidup. Makanan yang sehat hendaknya terbebas dari zat-zat ataupun reaksi-reaksi kimia yang dapat mengganggu metabolisme didalam tubuh. Kenyataan yang diperoleh akan hal itu adalah masyarakat tidak terlalu ‘jeli’ dalam memperhatikan kandungan yang terdapat pada makanan yang mereka konsumsi, dampak dari hal itu masyarakat mudah terserang oleh berbagai macam penyakit yang berfariasi baik dari penyakit pada taraf ringan sampai penyakit yang tergolong berat hingga dapat menimbulkan kematian.

Salah satu kandungan bahan makanan yang perlu dicermati adalah penggunaan bahan tambahan contohnya bahan pengawet. Pengawet adalah salah satu bahan tambahan yang dimasukkan ke dalam makanan dengan tujuan untuk mengurangi atau mencegah pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme seperti bakteri, kapang, khamir dan ragi. Akhir tujuannya dapat meningkatkan daya simpan suatu produk olahan, meningkatkan cita rasa, warna, menstabilkan, memperbaiki tekstur, sebagai zat pengental, penstabil, antilengket, mencegah perubahan warna, makanan berbau busuk dan basi. Namun demikian penggunaan bahan pengawet juga dapat menimbulkan dampak negatif tergantung kuantitas dan dosis yang digunakan karena bahan pengawet juga tergolong bahan berbahaya dan tergolong dalam bahan tambahan terlarang dalam makanan adalah bahan-bahan yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh manusia baik dalam jumlah kecil maupun besar. Bahan kimia terlarang yang dikenal dan sering dipakai oleh masyarakat industri kecil pada umumnya adalah formalin, borax dan zat pewarna tekstil Rhodamin B.

Adanya penyalahgunaan bahan pengawet yang dilakukan oleh sebagian masyarakat menimbulkan keresahan dan menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat terhadap produk-produk makanan yang menggunakan bahan pengawet sebagai bahan tambahan serta dampak negatif lain yang cukup serius apalagi dalam kesehatan. seperti yang diberitakan oleh berbagai media massa akhir-akhir ini. Sehingga perlu adanya pengawasan masyarakat itu sendiri dalam memilih makanan yang akan dikonsumsinya. Hal ini yang menjadi perhatian kami untuk mengangkat masalah mengenai bahan pengawet ini dan ternyata, banyak cara yang lebih efektif yang tidak kalah kualitasnya dalam proses pengawetan untuk mengganti bahan pengawet yang berbahaya itu dengan menggunakan bahan yang lebih alami, dan cukup dengan cara-cara sederhana serta tidak menimbulkan efek yang merusak bagi kesehatan. Salah satu contohnya adalah penggunaan biji Kepayang (Pangium edule Reinw) yang diracik menjadi serbuk yang fungsinya sama dengan bahan pengawet lain (kimia) terutama penggunaannya dalam proses pengawetan ikan dan daging.

B. Rumusan masalah

Sebagai alternative bahan pengawet alami, biji kepayang mengandung zat kimia yang diduga memiliki kadar yang tinggi dan sangat beracun. Realita di masyarakat, biji kepayang yang masih segar dapat digunakan sebagai bahan pengawet pada ikan dan daging yang terlebih dahulu dicincang halus dan dijemur. Selain itu, biji kepayang yang telah dikurangi kadar Asam Sianida nya dapat dijadikan sebagai bahan pelengkap makanan. Dari pernyataan diatas terdapat permasalahan yaitu bagaimana pengolahan biji kepayang yang diduga mengandung unsur kimia berkadar tinggi dan diidentifikasi beracun dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami pada ikan dan daging serta tidak berbahaya bagi yang mengkonsumsinya.

C. Batasan Masalah

Dalam hal ini kami hanya membahas lebih jauh mengenai penggunaan biji kepayang sebagai bahan pengawet alternatif yang lebih alami meliputi cara identifikasi bahan, pengolahan, sampai pada proses implementasinya di masyarakat sehingga terkesan lebih baik dari bahan pengawet lainnya apabila dikonsumsi.

D. Tujuan dan Manfaat

Tujuan karya tulis ini diangkat yaitu untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa sebenarnya terdapat bahan pengawet alami yang sifatnya lebih efektif dan tidak membahayakan kesehatan sebagai pengganti bahan pengawet kimiawi  yang umum digunakan relatif cenderung menimbulkan dampak negatif bagi kasehatan. Manfaat yang ingin di peroleh yaitu mengurangi keresahan dengan adanya bahaya toksifikasi yang ditimbulkan dari bahan pengawet kimiawi khususnya Formalin, Borax dan Rhodomin B karena telah ada bahan pengawet alami yang lebih aman penggunaannya dan kualitasnya pun hampir sama.

BAB II

TELAAH PUSTAKA

Makanan menjadi suatu hal yang sangat diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Makanan yang dikonsumsi harus sesuai dengan kebutuhan tubuh, kadarnya harus sesuai dengan kebutuhan. Kelebihan atau kekurangan makanan dapat menimbulkan penyakit. Makanan yang kita makan harus dipecah–pecah menjadi molekul yang lebih sederhana agar dapat dimanfaatkan oleh sel–sel tubuh dalm proses regenerasi sel, antibody ataupun penyerapan hasil anabolisme dalam menghasilkan ATP dan energi. Proses pemecahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dikenal sebagai metabolisme tubuh dalam proses pencernaan.

Kebutuhan akan makanan yang sehat menjadi sangat penting demi diperolehnya nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Syarat makanan sehat adalah apabila makanan tersebut bergizi seimbang, berkecukupan dan higienis. Makanan yang bergizi adalah makanan yang cukup mengandung nutrien karbohidrat (energi yang dihasilkan pada pembakaran 1 gram karbohidrat kira-kira 4 kalori), lemak (lemak nabati dan hewani yang menghasilkan kalori pada pambakaran 1 gram lemak adalah 9 kalori), protein (dalam kadar yang cukup basar memberikan asam amino esensiil pada setiap pembakaran 1 gram menghasilkan protein 4 kalori), mineral (pengganti ion-ion tubuh yang dibagi menjadi mikro mineral contohnya Fe dan Zn dan makro mineral yang contohnya Ca, P dan Mg, vitamin (sebagai koienzim dalam tubuh) dan air (air memegang peranan penting karena semua reaksi dalam tubuh terdapat pada medium air). Kadang-kadang oksigen juga dimasukkan yang berperan untuk pertumbuhan, menghasilkan kalori, pengganti bagian yang aus, pembentuk zat pengatur (hormon, enzim, dan lain-lain), pembentuk bahan kekebalan dan lain-lain. Makanan yang berkecukupan adalah makanan yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh pada usia dan kondisi tertentu. Sedangkan makanan yang higienis adalah makanan yang yang tidak mengandung kuman penyakit  atau antigen dan zat yang dapat membahayakan kesehatah tubuh apabila diinjeksikan kedalam tubuh. (Anonim, 2005)

Berbagai produk makanan yang beredar di masyarakat dibagi menjadi dua jenis yaitu makanan siap saji (tanpa bahan pengawet) dan makanan yang dapat bertahan lama (menggunakan bahan pengawet). Penggunaan bahan pengawet pada sejumlah makanan dilakukan dengan tujuan meghambat dan menghentikan aktivitas mikroba (bakteri, kapang, khamir) dengan tujuan akhir agar produk makanan tersebut dapat disimpan dalam waktu yang lama, meningkatkan cita rasa, warna, menstabilkan, memperbaiki tekstur, sebagai zat pengental atau penstabil, antilengket, mencegah perubahan warna, memperkaya vitamin, mineral dan sebagainya.

Pengawet adalah salah satu bahan tambahan yang dimasukkan kedalam makanan. Bahan-bahan tambahan lain termasuklah pewarna, perasa, zat pengemulsi dan zat penstabil. Jenis zat pengawet ada dua yaitu GRAS (Generally Recognized as Safe), zat ini aman dan tidak berefek toksik, misalnya garam, gula, lada, dan asam cuka. Sedangkan jenis lainnya yaitu ADI (Acceptable Daily Intake), jenis pengawet yang diizinkan dalam buah-buahan olahan demi menjaga kesehatan konsumen. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahan pengawet makanan adalah bahan yang ditambahkan pada makanan untuk mencegah atau menghambat kerusakan pada produk makanan itu, terutama kerusakan oleh mikroorganisme.

Dengan bahan pengawet diharapkan makanan atau produk yang dihasilkan tetap terpelihara kesegarannya, dan juga mencegah dari kerusakan makanan atau bahan makanan. Menurut Dr. Ir Filli Pratama, MSc (HONS), Dosen Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, cukup banyak alternatif pengganti bahan kimia itu. Baik yang alami maupun sintentis. Daya awet keduanya tentu tidak sama dengan formalin, khusus untuk yang sintetis, harus dipilih pengawet yang dapat ditolerir tubuh manusia.
Selain itu, apapun yang namanya pengawet, baik itu alami maupun sintetis pasti ada efek sampingnya.. Menurutnya, pengawet alami, biasanya dapat mengganggu flavour, warna, dan penampakan produk. Sedangkan pengawet sintetis, kalau digunakan secara berlebihan mempunyai efek samping bagi kesehatan. (www.Sriwijayapost.com)

Sesuai SK Menkes RI No. 722 Tahun 1988 tentang bahan tambahan makanan, yang dimaksud bahan pengawet adalah bahan tambahan makanan yang mencegah atau menghambat Fermentasi, pengasaman, atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Menurut Food and Drug Administration (FDA), keamanan suatu pengawet makanan harus mempertimbangkan jumlah yang mungkin dikonsumsi dalam produk makanan atau jumlah zat yang akan terbantuk dalam makanan dari penggunaan pengawet, efek akumulasi dari pengawqet dalam makanan dan potensi toksifitas yang dapat terjadi dari pengawet jika dicerna oleh manusia atau hewan, termasuk potensi yang menyebabkan kanker. Pengawet tidak boleh digunakan untuk mengelabui konsumen dengan merubah tampilan makanan dari seharusnya contohnya pengawet yang mengandung sulfite dilarang digunakan pada daging karena zat tersebut dapat menyebabkan warna merah pada daging sehingga tidak dapat diketahui dengan pasti apakah daging tersebut merupakan daging segar atau bukan. Pada hewan, formalin jelas bersifat karsinogenok karena dari penelitian menggunakan hewan percobaan yang dipaparkan formalin dengan konsentrasi 6 sampai 15 ppm selama 2 tahun ternyata formalin menginduksi squamous cell ccarcinoma pada rongga hidung tikus dan mencit.

Proses pengawetan makanan dilakukan dengan berbagai cara seperti pengeringan, pembekuan, pengalengan, penyinaran dengan menggunakan sinar UV, penggunaan bahan kimia dan lain-lain’. Penggunaan bahan kimia yang sering dilakukan oleh masyarakat dapat dibenarkan bila bahan tersebut dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut.

  1. Pemeliharaan kualitas gizi bahan pangan.
  2. Peningkatan kualitas atau stabilitas simpan sehingga mengurangi kehilangan bahan pangan.
  3. Membuat bahan pangan lebih menarik bagi konsumen yang tidak mengarah kepada penipuan.
  4. Diutamakan untuk mkembantu proses pengolahan bahan pangan.

Berikut ini adalah sebagian contoh zat kimia yang sudah disetujui untuk digunakan dalam bahan pangan oleh Food and Drug Administration, atau untuk digunakan dalam daging oleh Meat Inspectin Divition adalah Antibusa A, Asam benzoat, Natrium Benzoat, Butil Hidroksianisol, Butil Hidroksitoluen, Kalsium Propionat, Sikloheksilamin, Dilauril Tiodipropionat, Tokoferol, Sakarin, Natrium atau Kalsium Siklamat dan sebagainya. Sedangkan zat kimia yang tidak memuaskan penggunaannya karena meninggalkan sisa dalam bahan pangan (emulsi) seperti Aseto-olein (pelapis pada pan roti), Senyawa alil (pemberi cita rasa), Asam perasetat (zat pengawet), Etil galat (anti oksidan), dan lain-lain. Di samping itu terdapat juga bahan kimia yang tidak dianjurkan pemakaiannya karena tidak memiliki nilai fungsional bahkan memberi efek negatif antara lain Borat (asam borat atau boraks), Kroma kunung, Tembaga, Senyawa fluor, Formaldehide (Formalin), Asam monoklor asetat, salisilat, Natrium nitrit dan sulfite. (Norman, 1998:371).

Penggunaan formalin (Formaldehid) sebagai bahan pengawet pada sejumlah produk makanan menjadi permasalah serius yang akhir–akhir ini marak dibicarakan. Kekhawatiran akan dampak negatif dari penggunaan formalin yang merugikan kesehatan membuat masyarakat resah dan menuntut penyelesaian secepatnya. Sebagai mana biasa digunakan dalam pekerjaan laboratorium, Formalin adalah larutan formaldehid (30-40%) dalam air dan merupakan anggota paling sederhana dari kelompok aldehid dengan rumus kimia HCHO. Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk, pada formalin biasanya ditambahkan metanol hingga 15% sebagai pengawet. Formalin merupakan antiseptik untuk membunuh bakteri dan kapang, dalam konsetrasi rendah 2%-8%, terutama digunakan untuk mensterilkan peralatan kedokteran, atau untuk mengawetkan mayat dan spesimen biologi lainnya. Dari definisi tersebut sangat jelas bahwa formalin tidak diperuntukkan sebagai bahan tambahan makanan. Lalu apa dampaknya jika formalin terkonsumsi oleh manusia? Menurut badan POM, penggunaan formalin dalam produk pangan sangat membahayakan kesehatan karena dapat menyebabkan efek jangka pendek dan panjang tergantung dari besarnya paparan pada tubuh. Dampak formalin bagi kesehatan manusia dapat bersifat.

  1. Akut: efek pada kesehatan manusia langsung terlihat: sepert iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing
  2. Kronik: efek pada kesehatan manusia terlihat setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang: iritasi kemungkin parah, mata berair, gangguan pada pencernaan, hati, ginjal, pankreas, system saraf pusat, dan pada hewan percobaan dapat menyebabkan kanker sedangkan pada manusia diduga bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin, efek sampingnya terlihat setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh

Besarnya dampak dari penggunaan formalin sebagai bahan pengawet memang patut kita waspadai serta menjadi keprihatinan kita akan peran pemerintah khususnya lembaga yang berkaitan dengan perizinan serta pengawasan terhadap produk makanan yang keluar di pasaran. Sebenarnya Indonesia sudah mempunyai UU yang jelas dalam hal terjadinya tindak pelanggaran di bidang pangan, antara lain menggunakan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan, hal ini berarti telah melanggar UU No. 7 tahun 1996 tentang Pangan yang dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 600.000.000 (enam ratus juta rupiah), dan melanggar UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000 (dua milyar rupiah). Jika dilihat hukuman pidana dan dendanya cukup berat, tetapi mengapa masih banyak produsen yang menggunakan formalin untuk makanan? Jika kita amati ada beberapa alasan yaitu.

  1. Tidak tegas dalam penegakan hukum
  2. Produsen; produsen yang tidak mengetahui bahwa formalin berbahaya bagi kesehatan sehingga mereka menggunakannya, produsen yang tahu bahaya formalin tapi menggunakannya hanya untuk mengejar keuntungan dan produsen yang tahu bahaya formalin dan mereka menggunakannya karena tidak tahu alternatif pengawet lain.
  3. Tataniaga formalin yang kurang baik, sehingga begitu mudahnya formalin diperjual belikan.
  4. Kurangnya pengawasan pihak terkait terhadap penggunaan bahan terlarang dalam makanan
  5. Kurangnya bimbingan dan informasi terhadap pengusaha kecil mengenai cara produksi yang baik serta alternatif bahan pengawet yang aman bagi kesehatan.
  6. Kurangnya kepedulian masyarakat (konsumen) terhadap penggunaan formalin dalam makanan, sehingga dianggap sesuatu yang biasa.

( www.panganplus.com )

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan formalin sebagai bahan pengawet memberi dampak negatif yang sangat besar. Oleh karena itu perlu adanya suatu pengganti bahan pengawet yang lebih aman penggunaannya serta relatif mudah untuk memperolehnya, khususnya yang bersifat alami.

Penggunaan bahan pengawet alami sebenarnya sudah sejak dulu dilakukan oleh sebagian mansyarakat tetapi memang kajian ilmiah tentang hal itu belum dilakukan sehingga tingkat pemahaman akan efektivitas bahan pengawet alami tersebut belum dipahami. Salah satu bahan pengawet alami yang biasa digunakan oleh sebagian masyarakat adalah penggunaan biji kepayang (Pangium edule Reinw.) seperti yang dilakukan oleh para nelayan di Kecamatan Labuhan kabupaten Pandegelang propinsi Banten.

Berdasarkan susunan takson, tanaman kepayang diklasifikasi sebagai berikut.

Divisio              : Spermatophyta

Sub Divisio       : Angiospermae

Kelas               : Dikotiledonae

Bangsa             : Cistales

Suku                : Flacouritaceae

Genus               : Pangium

Spesies : Pangium edule Reinw

( www.indonesia..go.id )

Tanaman kepayang termasuk dalam      kelompok pohon yang biasanya rindang dapat mencapai tinggi 10–40 m. Ranting–ranting muda berambut pirang. Daun bertangkai panjang, pada ujung cabang–cabang duduk berdekatan, pada pohon yang muda berlekuk 3, pada yang tua bulat telur lebar dengan pangkal bangun jantung atau berlekuk dan ujung meruncing, warna hijau tua mengkilap, sisi bawah suram dan berambut rapat. Bunga berkelamin tunggal, berumah dua. Yang jantan dalam tandan yang miskin akan bunga, yang betina terpisah–terpisah atau dalam tandan di bagian bawah, serong bagian atas dengan bunga–bunga. Buahnya buah buni yanga besar, jorong atau bulat telur, 10–25 cm, kulit berambut pirang dan rapat, biji banyak berusuk keras. Hampir semua bagian tumbuhan ini mengandung asam sianida yang (HCN) yang sangat beracun dengan kadar yang tinggi. ( Tjitrosoepomo,1994 )

Tanaman kepayang mempunyai beberapa nama daerah sesuai daerah dimana tanaman ini berada. Dalam bahasa Indonesia disebut Kepayang, sedangkan menurut bahasa melayu disebut Pangi. Sebutan lain untuk kepayang pada beberapa wilayah di Indonesia antara lain.

1. Jakarta                     :Pucung

2. Sumatera Utara        : Hapesong

3. Minangkabau            : Kapayang, Lapencuang, Kapecong, Simaung

4. Lampung                  : Kayu tuba buah

5. Jawa Barat               : Pacung, Picung

6. Jawa Tengah            : Pakem

7. Bali dan Bugis           : Pangi

8. Sumbawa                 : Kalowa

BAB III

PEMBAHASAN

Keresahan yang terjadi di masyarakat akibat munculnya isu penggunaan bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan pada sejumlah produk makanan patut menjadi bahan kajian serta dicari pemecahannya agar masalah serta berbagai dampak yang ditimbulkan dari hal itu tidak berlarut–berlarut. Adanya penggunaan bahan pengawet makanan alami yang sejak dulu dilakukan oleh masyarakat perlu ada suatu kajian ilmiah tentang kandungan, proses serta pemanfaatannya tidak lupa juga memperhatikan dampak yang ditimbulkannya. Penggunaan biji Kepayang (Pangium edule Reinw.) sudah tidak asing lagi bagi masyarakat nelayan khususnya di daerah Pandeglang Banten dalam proses pengawetan ikan dan ternyata hal itu sangat efektif apabila dibandingkan dengan penggunaan formalin sebagai bahan pengawet yang biasa digunakan pada umumnya. Untuk dapat memanfaatkannya sebagai pengawet, adapun cara yang dilakukan adalah sebagai berikut buah kepayang yang sudah masak dari pohonnya dikeluarkan bijinya kemudian dibelah dan daging yang ada dalam biji dikeluarkan, Daging biji dicincang halus dan dijemur selama 2-3 hari. Hasil cicangan tanaman ini kemudian dimasukkan ke dalam perut ikan yang telah dibersihkan isi perutnya. Cincangan daging biji Kepayang memiliki efektivitas sebagai pengawet ikan hingga 6 hari. Khusus untuk pengangkutan jarak jauh, tanaman ini dicampur garam, dengan perbandingan 1 bagian garam dan 3 bagian biji Kepayang. Dengan cara inilah para nelayan yang ada di daerah pandeglang, Banten mengawetkan hasil tangkapannya.

Pengkajian terhadap apa yang dilakukan oleh masyarakat Banten terhadap penggunaan biji kepayanng untuk proses pengawetan ikan itu adalah sebagai berikut. Penggunaan daging biji buah kepayang seebagai bahan pengawet dilakukan karena kandungan kimia yang sangat beragam berhubungan dengan pegendalian perkembangbiakan bakteri pada ikan dan daging. Proses penacacahan dilakukan dengan tujuan agar penggunaannya pada saat pelumuran terhadap perut ikan dapat merata, Proses selanjutnya adalah pemanasan terhadap cacahan biji buah kepayang, hal ini bertujuan untuk mengurangi kadar Asam Sianida (HCN) didalam biji tersebut agar tidak bersifat racun yang menghambat masuknya oksigen dalam darah. Setelah itu dicampur dengan garam agar proses pengawetannya lebih efektif dan menciptakan keadaan hipotonik. Proses yang terakhir adalah pelumuran bagian tubuh ikan khususnya bagian perut dengan cacahan daging biji buah kerpayang yang telah dicampur dengan garam hal ini dilakukan dengan tujuan perkembangbiakan bakteri pembusuk pada ikan dan daging dapat dihambat karena mikroorganisme tersebut tidak akan hidup pada keadaan asam yang dihasilkan oleh buah kepayang (terjadi gangguan enzim) serta terjadinya plasmolisis pada bakteri yang ditimbulkan oleh garam yang memiliki kadar air rendah.

Asam sianida (HCN) yang mutlak didapat pada biji kepayang tergolong senyawa asam dengan tingkat pH rendah (5-6) merupakan senyawa yang beracun dan berbahaya bagi makhluk hidup apabila dikonsumsi, tetapi dalam pemanfaatannya seperti yang dipaparkan diatas tidak mengesampingkan hal tersebut. Pengurangan kadar Asam Sianida pada biji kepayang dengan berbagai cara antara lain denagn pemanasan selama 2-3 hari dilakukan karena sifat Asam Sianida mudah menguap pada suhu 26 derajat Celcius, dengan melarutkan dalam air karena itu, proses pencucian dalam air mengalir dan pemanasan yang cukup sangat ampuh untuk mencegah terbentuknya HCN yang beracun. Dengan demikian, sesungguhnya tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi olahan kepayang asalkan diolah secara baik dan higienis.

Berdasarkan kadar HCN yang dikandung, dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu: (1) golongan yang tidak beracun, mengandung HCN sekitar 50 miligram per kilogram, (2) golongan beracun sedikit, mengandung HCN sekitar 50-80 miligram per kilogram, (3) golongan beracun, mengandung HCN sekitar 80-100 miligram per kilogram, serta (4) golongan sangat beracun, mengandung HCN lebih besar dari 100 miligram per kilogram.Asam sianida terbentuk secara enzimatis dari dua senyawa prekursor (bakal racun), yaitu linamarin dan mertil linamarin dan telah diketahui bahwa Pengawet alami Biji buah Kepayang ini jumlah Asam Sianida yang terkandung didalamnya setelah dikeringkan berkisar sekitar 50 miligram per kilogram sehingga tergolong tidak beracun.

Pengurangan kadar asam sianida pada biji kepayang dengan berbagai cara antara lain denagn pemanasan selama 2-3 hari dilakukan karena sifat Asam Sianida mudah menguap pada suhu 26 derajat Celcius, dengan melarutkan dalam air karena itu, proses pencucian dalam air mengalir dan pemanasan yang cukup sangat ampuh untuk mencegah terbentuknya HCN yang beracun. Disamping itu tubuh sebenarnya mempunyai mekanisme untuk menurunkan kekuatan racun (detoksifikasi) sianida. Untuk mendetoksifikasi sianida digunakan asam amino esensial yang ada di dalam tubuh sehingga tubuh kekurangan asam amino esensial. Kekurangan asam amino esensial, , dapat menghambat pertumbuhan tubuh dan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Asam amino esensial diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, yang berasal dari makanan yang kita konsumsi, yaitu protein. Asam amino esensial merupakan bagian dari protein yang merupakan bahan baku pembentukan Enzim hormon dan antioksidan (www.suaramerdeka.com)

Penelitian tentang efektivitas tanaman kepayang khususnya pada bagian biji terhadap proses pengawetan ikan pernah dilakukan oleh R.A. Hangesti Erni Widyasari, seorang mahasiswa S2 Program Studi Teknologi Kelautan Sekolah Pasca sarjana IPB. Penelitian yang dilakukannya melalui mekanisme yang sederhana dan tidak jauh beda dengan paparan diatas. Pertama pengupasan biji kepayang, kedua dilakukan pencacahan daging biji kepayang, ketiga pencampuran cacahan daging biji kepayang tersebut dengan garam, empat pelumuran (campuran kepayang dan garam pada ikan kembung segar), kelima pengemasan (dalam ember plastik tertutup, setiap hari dibuka selama 3 menit), keenam penyimpanan dalam suhu kamar. Dalam paparan risetnya tersebut dia menjelaskan bahawa penggunaan daging biji kepayang dalam pengawetan ikan telah memberikan hasil bahwa kombinasi 2 % kepayang dengan 2 % garam dari total berat ikan telah mampu mengawetkan ikan kembung segar selama enam hari tanpa mengubah mutu. (www.suaramerdeka .com)

Penggunaan biji kepayang sebagai alternatif pengawet alami memang sangat dibutuhkan sebagai salah satu solusi ditengah maraknya isu penggunaan formalin dan bahan pengawet kimia lainnya yang diindikasi sangat berbahaya bagi kesehatan. Biji kepayang mengandung asam sianida dan tannin, dan senyawa-senyawa tersebut mampu memberikan efek pengawetan terhadap ikan dan daging. Komponen biji kepayang yang memiliki aktifitas sebagai antioksidan antara lain vitamin C, ion besi, B Karoten, dan golongan lavonoid. Biji kepayang memiliki aktivitas sebagai anti bakteri terhadap beberapa jenis bakteri pembusuk ikan secara ‘invitro’ sebagai bakteri ‘pseudomonas aeruginosa’, ‘Escherichia coli” dan Staphylococcus aureus’. Sedangkan komponen anti bakteri pada biji kepayang adalah asam sianida, Asam hidnokarpat, Asam glorat, dan Tanin. (www.rri-online.com)

Inovasi yang akan kita lakukan terhadap kajian penggunaan biji buah kepayang adalah pembuatan ekstrak dimana pemanfaatannya dapat lebih mudah digunakan oleh semua pihak baik dalam pengawetan ikan dan daging maupun produk makanan olahan.

KESIMPULAN

Dari banyaknya pengawet yang digunakan oleh masyarakat yang diindikasi dapat menyebabkan toksifikasi ternyata masih banyak alternative bahan pengawet  alami yang aman dan tidak menimbulkan efek samping merugikan. Pengolahan biji Kepayang dimulai dari pemilihan buah, pencacahan, pemanasan, penyampuran dengan garam, pelumuran terhadap ikan dan daging sampai kepada pengemasan ternyata sangat ampuh efektif penggunaannya dibandingkan dengan penggunaan formalin walaupun sedikit menimbulkan pengurangan pada tampilan, aroma, warna dan rasa bahan yang diawetkan. Asam sianida (HCN) yang terdapat didalam biji buah kepayang berperanan penting dalam mencegah perkembangbiakan mikroorganisme yang menyebabkan ikan dan daging cepat membusuk.

oleh: Ahmad Mawardi dan Budi Purwanto

DAFTAR PUSTAKA

Gembong Tjitrosoepomo, 1994, Taksonomi Tumbuhan Obat-obatatan    Yogyakarta, UGM Press

Habieb Saleh, Picung, pengawet alami ikan segar, http://www.suara merdeka.com/cybernews, 7 Februari 2006

http://www.indonesian.go.id/pengawet alami, 5 Februari 2006

http://www.panganplus.com/Formalin, 8 Februari 2006

http://www.rri-online.com/pengawet alami, 5 Februari 2006

http://www.sriwijaya.com/pengawet alami, 6 Februari 2006

http://www.suaramerdeka.com/Pengawet ikan, 8 Februari 2006

Rahmat Awang, Kesan Pengawet dalam makanan, http//www.usm.com, 6 Februari 2006

Syam Ari Fahriah, Asam Sianida,http://www.sriwijayapost.com, 8 Februari 2006

Uuriawiria, Sudah sangat mengkhawatirkan pengawet mauat untuk pengawet makanan, http://www.pikiranrakyat.com, 9 Februari 2006

MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN

Guru tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang media pendidikan tetapi juga harus memiliki ketrampilan memilih dan menggunakan serta mengusahakan media itu dengan baik. Memilih dan menggunakan media pendidikan harus sesuai dengan tujuan materi, metode, evaluasi dan kemampuan guru serta minat dan kemampuan siswa.

Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman,   2006).

Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:

  1. Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir. Oleh karena itu mengurangi verbalisme (tahu istilah tetapi tidak tahu arti, tahu nama teatpi tidak tahu bendanya).
  2. Memperbesar perhatian siswa.
  3. Membuat pelajaran lebih menetap dan tidak mudah dilupakan.
    1. Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan para siswa.
    2. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu.
      1. Membantu tumbuhnya pengertian dan membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
      2. Sangat menarik minat siswa dalam belajar.
        1. Mendorong anak untuk bertanya dan berdiskusi karena ia ingin dengan dengan banyak perkataan, tetapi dengan memperlihatkan suatu gambar, benda yang sebenarnya, atau alat lain (Usman, 2005).
  • Macromedia flash MX

Macromedia Flash MX merupakan software keluaran Macromedia Inc. Software ini merupakan program untuk mendesain grafis animasi yang sangat populer dan banyak digunakan desainer grafis. Kelebihan flash terletak pada kemampuannya menghasilkan animasi gerak dan suara. Awal perkembangan flash banyak digunakan untuk animasi pada website, namun saat ini mulai banyak digunakan untuk media pembelajaran karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki (Khotimah, 2008).

Macromedia Flash MX merupakan gabungan konsep pembelajaran dengan teknologi audiovisual yang mampu menghasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Pembelajaran berbasis multimedia dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian. Siswa dapat mempelajari materi pelajaran tertentu secara mandiri dengan komputer yang dilengkapi program multimedia. Di pasaran banyak beredar software-software edutainment yang memadukan pendidikan dengan hiburan. Menurut Kumala (2005) macromedia flash MX ini memiliki kelebihan mampu menyimpan file-file dalam ukuran yang lebih kecil sehingga cukup praktis dan mudah untuk menggunakannya.

Sumber

Khotimah, 2008.www.akhmadsudrajat.com

Sadiman, Arief. 2006. Media Pendidikan. Jakarta: Grasindo Press

Usman, M.U. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya

SIAP MENGAJAR BIOLOGI


Mengajar merupakan profesi yang tidak bakal lepas dari kemampuan seorang guru. Ia merupakan proses panjang secara terus menerus dilakukan secara konsisten terhadap peserta didik. Mengajar pun bukan sekedar transfer pengetahuan dari seorang guru  ke murid namun selain itu adalah suatu proses penyampaian nilai ( transfer of value ). Bahkan mengajar memiliki arahan-arahan pada perubahan dan relatif permanen serta kemampuan seseorang. Dalam sistem pendidikan nasional dijelaskan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada sutu lingkungan belajar. Namun tidak sedikit guru yang dalam proses pembelajaran memperoleh kegagalan. Hal itu disebabkan kebanyakan guru tidak memahami benar bagaimana dasar-dasar pembelajaran serta metode yang akan dilakukan.

Biologi merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ). Dari asal katanya yang berbahas Yunani yaitu bios ( hidup ) dan logos ( ilmu ) maka biologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari mahluk hidup. Dengan memiliki makna seperti itu obyek kajiannya pun sangat luas yakni secara umum dikenal dunia tumbuhan dan hewan. Karena itu pula bahan materi yang akan diajarkan pun sangat beragam. Pada jenjang SMA saja sudah diajarkan kenekaragaman hayati, sistem pernapasan hewan, bioteknologi dan masih banyak lagi. Karena itu maka tidak heran jika banyak guru biologi yang mengalami kendala dalam proses pembelajarannya.

Penyusunan makalah ini tak lain adalah agar memudahkan guru ataupun mahasiswa sebagai calon guru dalam mempersiapkan proses pembelajaran yang akan dilakukan terhadap peserta didik.

Perencanaan adalah pemikiran sebelum pelaksanaan suatu tugas. Perencanaan pembelajaran diartikan pemikiran mengenai penerapan prinsip – prinsip umum pembelajaran dalam pelaksanaan tugas mengajar pada suatu situasi interaksi. Langkah awal perencanaan program pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting, sebab hal itu menentukan langkah kedepan pelaksanaan serta evaluasi yang diambil.

Menurut Subroto ( 1997 ) perencanaan terjadi pada dua tingkat yaitu kurikulum umum dan instruksional yang spesifik untuk pengajaran dalam kelas. Secara umum tugas guru dalam menyusun program pengajaran diantaranya program tahunan pelaksanaan kurikulum, semester, satuan pelajaran dan perencanaan program mengajar.

Secara mendasar hal yang paling awal yang harus dimengerti guru ialah terkuasainya GBPP. Hal ini disebabkan kurikulum merupakan pedoman untuk melaksanakan program pengajaran ( Nurgiyantoro, 1988 ). Dalam undang-undang dijelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan tertentu.

Setelah memahami benar kurikulum maka guru harus dapat menguasai bahan, tujuan kurikuler, dan instruksional. Dengan begitu guru selanjutnya dapat menyusun program pengajaran. Oleh Ibrahim dan Nana ( 1996 ) beberapa isi dari program semester diantaranya adalah metode mengajar, pokok bahasan, tujuan, media, evaluasi , alokasi waktu dll.

Dalam pembelajaran biologi sebagai cabang IPA mempunyai metode yang khas pada pelaksanaannya yaitu eksperimen. Namun tidak semua bahan materi pelajaran dapat dilakukan menggunakn metode eksperimen. Menurut team didaktik metodik IKIP Surabaya (1993 ) metode eksperimen atau demonstrasi wajar dilakukan jika siswa ingin tahu tentang bagaimana mengaturnya, bagaiman proses membuat, bagaiman proses bekerja, bagaimana proses menggunakan, terdiri dari apa, cara mana yang lebih baik danbagaiman kita mengetahui kebenaran. Harapan dari digunakannya metode eksperimen diantaranya siswa dapat belajar mandiri, memahami benar sendiri melalui pengalamannya, mengetahui fakta yang diperoleh. Siswa akan ingat benar apa yang telah ia pelajari, Sebab selama ini metode mengajar yang dilakukan guru kebanyakan hanyalah ceramah, tanya jawab dan naiknya lagi diskusi. Padahal penelitian Dunn menunjukkan bahwa hanya 30% siswa mengingat, 75% dari yang didengar selama periode kelas normal, 40 % menguasai yang mereka baca atau lihat ( Dryden dan Jeannette, 2002).

Untuk dapat melakukan demonstrasi maka perlu dilakukan perencanaan agar dalam pelaksanaannya sesuai dari yang ingin dicapai. Sub pokok bahasan apa yang kira-kira efektif atau sesuai dengan metode demonstrasi. Tidak sedikit guru yang “gagal” dalam metode ini, maka sebaiknya sebelum dilaksanakan pada jam pelajaran dicoba terlebih dahulu. Apabila memang sesuai, alat yang digunakan terjangkau, alokasi waktu memungkinkan maka guru sebaiknya menyiapkan format susunan laporan yang nantinya digunakan siswa dalam mencatat peristiwa atau menjawab pertanyan selama eksperimen berlangsung. Hal yang tak kalah penting adalah kesiapan penempatan alat dan keamanan.

Jika eksperimen adalah metode khas Biologi maka guru harus tahu benar yang akan dilakukanapabila metode tersebut tidak sesuai atau memungkinkan untuk dilakukan. Media dan sumber yang digunakn harus pas. Misal mengenai sub pokok bahasan bioteknologi maka sumber informasi atau bacaan yang dimiliki guru haruslah terkini, sebab saat ini banyak media yang begitu cepat diperoleh oleh siswa sebagai contoh internet. Dan apabila memungkinkan adanya penggunaan fasilitas komputer maka siswa dapat melihat proses pembentukan sel atau sub materi biologi yang tidak memungkinkan siswa melihat langsung proses yang terjadi di PBM . Minimal seorang guru harus menyusun tugas yang akan diberikan pada peserta didik di setiap pokok materi pelajaran . Apakah itu membuat artikel , makalah atau menggambar (misal perbedaan sel hewan dan tumbuhan), membuat skema bahkan lomba menyusun puzzle. Perencanaan tes sumatif pun sangat diperlukan agar nantinya peserta didik memahami benar manfaat belajar biologi.

Disamping persiapan penyusunan program-program , perencanaan aktivitas membuka pelajaran sangat penting. Sebab metode pembukaan yang berhasil dapat membuat siswa lebih antusias dan berminat mengikuti pembelajaran. Sedangkan apabila pembukaan pelajaran dirasa kurang menarik siswa pun akan acuh tak acuh terhadap materi yang disampaikan. Menurut Silberman (2004) beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ialah tingkat ancaman yaitu apakah siswa terbuka terhadap aktivitas baru, kesesuaian dengan norma-norma siswa dan relevansi mata pelajaran.

Selain penyusunan program tersebut hal lain yang tidak kalah penting adalah kesiapan fisik saat mengajar. Sebaiknya seorang guru menjaga betul kesehatannya misal dengan olahraga, makan teratur dan bergizi serta aktivitas lain yang dapat membantu mempertahankan tubuh tetap sehat atau fit. Jika keadaan sehat maka diharapkan PBM berjalan lancar, sebab dengan suara yang tegas, sikap berdiri yang tegap dan pandangan mata yang menyeluruh pada semua peserta didik akan menarik simpati dan mengikuti pembelajaran bahkan siswa akan lebih menghormati guru.

Persiapan seorang guru paling mendasar ialah perencanaan. Dari perencanaan semuanya akan dimulai. Penguasaan kurikulum akan memunculkan tujuan lebih spesifik. Pemrograman – pemrograman pembelajaran akan dilakukan dari jangka panjang tahunan sampai jangka pendek (sub mata pelajaran). Pemilihan membuka pelajaran dan metode yang tepat jauh hari sebelum pelaksanaan akan membuat lebih mudah.

Mahasiswa calon guru sebaiknya memahami benar hakekat guru itu sendiri dan dasar – dasar proses pembelajaran sebagai langkah awal dalam memepersiapkan diri untuk mengajar sehingga nantinya para generasi mendatang memperoleh pendidikan yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Dryden, Gordon dan Jeannette Vos, 2002. Revolusi Cara Belajar 2. Bandung: Kaifa

Ibrahim, R dan nana Syaodihs, 1996. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Majalah Gerbang edisi 3 Th III September 2003

Nurgiyantoro, Burhan, 1988. Dasar – dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah. Yogyakarta:BPFE

Silberman, Melvin, 2004. 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa.

Suryosubroto, 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta

Team Pembina Matakuliah Didaktik Metodik.1993.Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM. Jakarta: PT raja Grafindo Persada