PETUAH AKHIR BULAN

“ Ya Allah, angkatlah derajat dan harkat anak-anakku …. “ doa seorang wanita kepada anaknya.
“ Nak ini akhir zaman, sangat berbeda dengan zamanku dulu, hati-hati jaga diri, hanya diri sendiri yang bisa menjaga dirinya, tau dirinya, lingkungannnya….”
Waktu itu de lagi speaking, talking, go girl talk😉, tempat asyik buat ngobrol, omong-omomg , ma my mother tentu di dapur :-p. Yach kalo mau tau kronologisnya begini kawan:

Hari itu senin de punya agenda mau balikin koran yang sudah seminggu dipinjam ke balai desa (hehe ga ada modal beli jadinya paling enak pinjam ke instasi ….) Rencana mau jam 9 pagi alias 9 a.m. mau balikin. Ternyata ibu de tidak setuju kalo de balikin koran hari itu jam segitu. Saran ibu bagusnya habis duhur aja. Masak anak perempuan jam segitu keluar, kayak ga ada kerjaan. Batin de Cuma bengong “ siang-siang, panas-panas cuma balikin koran😦 ??” ibunya bilang kalo kebiasaan orang desa itu ke kantor alias balai desa jam 9 baru brangkat. Trus de cuma bengong, ngernyitin alis dan menanyakan ke ibunya, “Berangkat jam 9, trus pulang jam 12??” hehe ibu de Cuma jawab “ Ya kadang sampe jam ba’da duhur alias jam 1 siang_an”
Batin de Cuma bengong kaget, “kerja apaan tuh…hem…….enak banget…?? akhirnya de bilang sendirian sambil manyun ke dirinya sendiri “ jadi males ke balai desa, hiks. lum mandi pula” (lho??)
——————————-**********——————————-
Masak-memasak selesai, sarapan “pecel’ pun jadi. Masih nuansa idul adha de makan daging walopun cuma dikit, hehe ga begitu suka daging kawan……. selama sarapan de cuma batin dan mikir topik pembicaraan ke ibunya….. dan akhirnya tema yang akan de bicarakan: pekerjaan.
“Bu kalo de lum dapet kerja gimana, tak balik lagi aja ke jogja, cari apa gitu, daripada disini, mau usaha ga jelas (ga ada modal), kalo cuma ngarepppp pnsssss……..hemmmmmm”
“Wanita dan pria sekarang dituntut “sama” ya bu, kerja semua, semuanya bisa…………..”
Dan batin saya bilang “ Coba kayak wanita jepang pasca pemboman…….”
Suasana hening sejenak, yach seperti kalu mau mengheneningkan cipta dengan khidmat itu kawan!
————————————-**************—————————
Akhirnya sang ibu bercerita:
“Nak lihatlah keadaan sekeliling!”
Ø Kisah tentang seorang wanita yang menggempur tulangnya, dengan bakul tenggoknya, jualan sayuran: dari subuh-siang. Siang hari ia lanjutkan cari rumput, sore: memasak kembali. Lihatlah dia, sendirian, banting tulang menghidupi keluarga. Sementara sang suami belum tentu dapat “sambatan” alias kerjaan buruhan. Wanita itu telah melakukannya berpuluh tahun begitu, sampai sekarang ia mempunyai cucu 5. Nak…….masih ada lagi kisah wanita itu…anaknya yang satu malas kerja. Wanita itu menghidupi dirinya dan keluarganya dengan rutinitas seperti itu terus hingga berpuluh tahun menggunakan tenaganya……….apa pendapatmu Nak?”
“Masih ada lagi kisah sekitar!”
Ø Kisah seorang pemuda yang hidupnya kini semaunya, nikah belum, kerja juga tidak! Kehidupan pemuda itu adalah “masalah” keluarganya. Ayahnya bingung memikirkannya, mau diapakan anaknya. Kerja tak bisa (de cuma batin “apa tak mau?”) trus kerjaanya mabuk, sampai akhirnya ayahnya membuatkan rumah untuk pemuda itu. Mungkin pemikiran ayah itu akan ada seorang yang bersedia menikah dengannya.
Lalu tiba-tiba ibu de bertanya “Emang ada orang yang mau hidup dengan orang seperti itu?” dan de cuma bisa diem.
Ø Ada lagi Nak, coba kamu lihat si dia. Si dia tak mau kuliah padahal sudah dibiayai. Kerjaannya sekarang kayak orang linglung. Sukanya di pojok kebon, dibawah pohon, pegangannya yang ditangan HP. HP nya tak lepas dari tangannya, sepertinya sudah punya pacar. Begitulah mungkin begitu….
Sambil agak nada tingi Ibu de bilang”…. baru kenal cewek begitu.” Ibu de melanjutkan ceritanya dengan nada yang sudah lumayan normal “Mungkin saja maksud si dia ingin cepat kerja aja, trus nikah kayak kakaknya…….ga segampang itu Nduk!”
“Mau cerita lain lagi??”
Ø Sekarang perhatikan si abg. Gara-gara tak lulus SMP, sekarang si abg tak mau sekolah lagi, padahal dia anak pertama, laki-laki, tumpuan keluarga. Si abg kerjaannya tidur, main aja. Padahal Nduk, kamu tahu bukan, keluarga itu hidupnya pas-pas_an. Sang ibu belum lama dapat kerja. Anaknya malah seperti itu”.
“Mau lagi?”
Ø Lihatlah bapak itu! Dia dari rantau (jakarta kali ye) katanya balik di desa mau kerja, jualan dsb. Lah sampe sekarang?? NOL!! Malah tanah milik anaknya dijual!
——————–****************—————————-
Sepertinya ibu de selesai cerita tentang keadaan beberapa orang yang dikenal. De sendiri juga ada yang kenal dengan yang disebutkan ibunya…..namun selang berapa lama ibu de mengeluarkan suaranya lagi, upz maksudnya berpesan lagi kawan!
“Sudah paham belum maksud ibu bercerita Nak?” maksud ibu menceritakan itu semua supaya kamu peka terhadap sekitar. Bukan maksud ibu membuka kejelekan orang. Ibu ingin berpesan bahwa itulah hidup, KITA DAN SEMUA ORANG MEMPUNYAI PERMASALAHAN MASING-MASING. Itu Sudah Pasti….. KADAR MASALAH TIAP ORANG BERBEDA….________ nak ibu pun sadar kondisi kita seperti ini,,,,,,,,,,kita hanya bisa berikhitiar dan berdoa dan tetap mensykuri semua yang telah terjadi. Mengerti??”
“Nak………kita dari dulu keadaannya memang begini dan ibu berharap…..(mulai kedengaran isak tangis kawan!!)…………..lalu doa-doa basuhi sekujur tubuhku…………..dengan apa kumembalasmu ,,,,,,,,ibu🙂 biar gak nangis kawan, de juga sedih hiks hiks, lanjutin sendiri yach ceritanya dan permohonan doanya>

[Jika terdapat kesamaan nama dan tempat mohon maaf. Anggap saja di dunia ini terdapat 2 peristiwa yang sama dalam dimensi yang berbeda. (emang ada yang sama?? Kayaknya ga ad hehe;-). Cerita ini……..nyata dan dengan sedikit bumbu yang ditulis ma blogger hehe ^_* Terimakasih]

About smartlearner
I'm only ordinary people..., integrity, indeferrent... (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: