Kepribadian Seimbang

Kepribadian seseorang hakikatnya merupakan akumulasi daripada cara berpikir seseorang dalam menyimpulkan suatu reality serta kecenderungannya pada reality tersebut atau istilah yang lebih sederhana kepribadian manusia merupakan akumulasi aqliyah dan nafsiyahnya. Unsure kepribadian manusia ada duayang pertama aqliyah, yaitu cara atau metode yang digunakan untuk memahami ataumengambil kesimpulan tentrang reality tertentu; kedua nafsiyah yaitu cara yang diginakan seseorang untuk memenuhi dorongan (dawafi’) yang lahir daripada keperluan jasmani dan nalurinya berdasarkan standard tertentu (Samih).
Langkah yang ditempuh Al Qur’an dalam mempersiapkan danmembentuk seorang yang berakhlak, berperasaan suci dan memiliki laku serta akhlak yang bersih adalah dengan memberikan tatanan yang mengandung berbagai asa dan manhaj yang dapat dilakukan. Al Qur’an mem[persiapkan itu dengan manhaj khuluqiyah (etika atau moral) sempurna yang berhubungan langsung dengan setiap sisi kehidupan dan mahkluk hidup. Manhaj ityu dibangun dengan 3 dasar: keimanan, kebenaran dan keteguhan (Moh. Syadid).
Gambaran kepribadian manusia yang baik yaitu yang dapat menyeimbangkan kebutuhan biologis dan spiritualnya. Sesungguhnya manusiaa yang memiliki kepribadian yang baik, ia akna selalu memperhatikan kesehatan dan kekuatan badannya dengan memenuhi segala kebituhannya sesuai dengan batasan yang telah ditetapkan oleh Allah (Mufsir). Pemenuhnan kebutuhan badani ini tentu saja bertujuan agar dapat melaksanakan perintah Allah lebih khusyu.
Sedangkan manusia yang berkepribadian buruk adalah manusia yang selalu berlindung dibawah kendali syahwat dan hawa nafsunya. Kebalikannya ia pun bisa berupa orang yang selalu mengekang kebutuhan biologisnya dan memaksa untuk selalu beribadah dan beribadah hingga melemahkan tubuhnya sendiri. Dari sini jelas bagaimana pandangan Islam akan adanya keseimbangan kepribadian yang hanya dapat terealisasi dengan adanya keseimbangan pemenuhan kebutuhan biologis dan spiritual (Mufsir).
Namun kemudian bukan berarti manusia tidak memiliki cacat dalam tingkah laku. Itu disebabkan manusia adalah mahluk yang diciptakan oleh Allah dengan keunikannya. Keunikan manusia bebreda dengan malaikat maupun hewan. Manusia memiliki potensi taat dan maksiat kepadaNya. Kareana potensi ini tidak ada manusia yang ma’shum kecuali Rasulullah. Cacat dalam tingkah laku yang menyebabkan cacatnya kepribadian Islam seorang muslim menurut Taqiyudin an Nabhani dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu:
 Kelengahan seseorang yang menyebabknanya lalai untuk mengaitkan antara mafhum dengan aqidahnya.
 Kebodohannya yang menyebabkan ketidaktahuannnya bahwa mafhumnya bertentangan dengan aqidahnya.
 Adanya syaitan yang menguasai akalnya, sehingga aqidahnya ditutup agar tidak dapat mengendalikan aktivitasnya (Samih).
Berkaitan dengan itu semua unsure aqliyah punrusak manakala hati telah sakit. Hati itupun sakit manakala dalam dirinya telah teracuni oleh 4 racun hati yaitu:
 banyak makan
 banyak bicara
 banyak memandang
 dan yang terkahir banyak bergaul (Juziyah).
Hati menurut Toto Tasmara memiliki potensi yang mempunyai kandungnan atau muatan kepribadianya masing-masing, yang kemudian mengental menjadi bentuk keingina yang ditampung oleh nafs.
Peran dan fungsi nafs yang menampung berbagai keingina dari potensi qalbu tersebut dijabarkannya keseluruhannya dalam bentuk sikap, tingkahlaku dan cara pandang manusia dalam berhubungan dengan 3 dimensi yaitu hubungannya dengan Allah, aku dan alam (Tasmara).
Dengan demikian yang mungkin diusahakan oleh seorang muslim dalam membina dan eningkatkan kualitas kepribadian islamnya adalah dengan meminimalkan kemungkinan untuk berbuat maksiat dan terus meningkatkan ketaatan pada Allah (Samih). Untuk menghidupkan hati dalam meningkatkan ketaatan ada beberapa hal yang perlu dilakukan yakni dzikir dan membaca Al Qur’an, istighfar, do’a, shalawat pada nabi dan qiyamullail (al Jauziyah).

Memoir Ba’da Ashar on August 19th 06.

Referensi:
Hambali, dkk. Tazkiyatun Nafs; alih bahasa: imtihan As Syafii. Solo: Pustaka Tibyan
Hafidz Abdurrahman. 1995. Islam Politik dan Spiritual. Singapore: Ujan ul Haq
Mohammad Syadid. 2001. Konsep Pendidikan dalam AlQur’an. Jakarta Timur: Penebar Salam.
Mufsir bin Zaid Az Zahrani. 2005. Konseling Terapi. Jakarta: Gema Insani Press.
Tasmara, Toto. 2001. kecerdasan Ruhaniah. Jakarta: Gema Insani Press.

About smartlearner
I'm only ordinary people..., integrity, indeferrent... (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: