Mengajar di Kelas

Aktivitas mengajar merupakan kegiatan yang tidak akan lepas dari profesi seorang guru. Dalam proses pelaksanaannya sangat diperlukan keahlian dan keterampilan khusus. Keterampilan khusus tersebut sangat membantu guru dalam  menangani kelas atau siswanya ketika mengajar.

Mengajar sebagai suatu perbuatan kompleks yang dilakukan seorang guru membutuhkan ilmu untuk dapat melakukannya secara optimal. Salah satu aktivitas mengajar diantaranya ialah menyampaikan pengetahuan dan kecakapan kepada para peserta didik atau yang sering disebut dengan istilah “ transfer of knowledge “. Oleh karena itu, hal mutlak yang harus dikuasai seorang guru yaitu menguasai materi pelajaran yang akan disampaikan secara penuh. Namun demikian kenyataannya tidaklah hanya itu saja yang harus dikuasai guru. Masih ada banyak hal yang harus diperbaiki dalam mengajar.

Proses mengajar ditandai adanya suatu interaksi. Interaksi itu terjadi pada berbagai komponen pengajaran , misal siswa dengan guru, media, perlengkapan dan lingkungan kelas yang tearah pada pencapaian tujuan pengajaran.

Peranan guru dalam proses pembelajaran sangat penting. Di dalam kelas ia merupakan penentu suasana. Karena itu ketika berada di dalam kelas guru haruslah dapat memperhatikan keragaman siswa. Keragaman siswa yang diperhatikan sebagai contoh karakter emosi, latar belakang keluarga dan sebagainya. Dengan demikian guru dapat memperlakukan mereka selayaknya melalui cara dan waktu yang berbeda sesuai kondisi siswa. Selain itu guru hendaknya mengadakan pengukuran  terhadap berbagai pencapaian siswa-siswanya sebagai hasil belajarnya. Dalam hal ini guru harus menentukan standar apa yang akan ditentukan, apakah standar mutlak (Criterian Referenced) ataukah standar relatif (Norm Referenced). Kegiatan – kegiatan yang dilakukan di dalam kelas itu merupakan inti dari program pendidikan. Oleh karenaitu guru harus mengenal dirinya secara menyeluruh, tentang keluarganya, minat dan bakat serta perilakunya sendiri.

Proses pengajaran tentunya memiliki bentuk . Bentuk pengajaran itu memiliki makna tentang cara bagaimana guru dan murid dimasukkan dalam peristiwa pengajaran. Bentuk pengajaran itu diantaranya:

Ø Memberitahukan

§ Monologis atau scratis

Peristiwa yang terjadi di sini ialah guru aktif sedangkan siswa diam.

§ Deiktis

Pada bentuk ini guru memberi contoh dan sisawanya mengamati.

Ø Membangkitkan

§ Dialogis

Salah satu contoh bentuk ini adalah diskusi. Bentuk ini merupakan komunikasai dua arah diman guru biasanya hanya berperan sebagai fasilitator.

§ Kreatif

Merupakan bentuk pembelajaran yang muridnya sendiri aktif untuk mengetahui.

Dalam melaksankan program pembelajaran sebaiknya guru mengadakan tes pendahuluan ( pre-test ). Tes ini memilki fungsi sebagai penilaian sampai dimana murid telah menguasai kemampuan materi yang nantinya akan disampaikan. Setelah itu barulah guru menyampaikan pokok materi pelajaran terhadap peserta didik. Dalam proses penyampaian ini sebaiknya berpegang pada prinsip persiapan yang sebelumnya dilakukan.

Proses penyampaian materi terhadap peserta didik termasuk salah satu proses yang sangat vital dalam pembelajaran. Dalam proses penyampaian tersebut atau dapat dikatakan sebagai presentasi oleh De Porter et.al. ( 2000 ) ada beberapa pedoman sukses untuk melakukan presentasi , yaitu:

  • Pahamilah apa yang anda inginkan

Dalam menyampaikan materi guru memahami kenginannya yang diantaranya meliputi aspek kognitif, afektif dan fisiknya.

  • Binalah jalinan

Guru disini dapat mengenali siswanya mwlalui latar belakang, mianat , kegagalan dan kesuksesa yang pernah dialami oleh siswa.

  • Bacalah mereka

Proses penyajian materi sebaiknya guru mewaspadai perubahan tanda-tanda dalam perilaku, sikap dan bahasa.

  • Targetkan keadaan mereka

Peranan guru dalam hal ini mengorkestrasi siswanya untuk siap belajar.

  • Capailah modalitas mereka

Modalitas didapat melalui bahasa, suara, gerak dan kegiatan. Salah satunya melibatkan visual, auditorial dan kinestiknya.

  • Manfaatkan ruangan

Ruangan kelas yang digunakan  dan cukup memadai dimanfaatkan secara optimal

  • Tulus

Sebagai seorang guru tentu saja dalam mentransfer ilmu dan nilai tidak mempunyai pamrih tertentu. Maka dari itu guru dalam menyaampaikan materi bersifat terbuka, jujur, adil dan kongruen.

Selain beberapa prinsip yang disebutkan hal yang tidak kalah  jauh lebih penting adalah komunikasi nonverbal. Komunikasi ini sangat diperlukan misalnya kontak mata, ekspresi wajah, nada suara yang berbeda volumenya, tekanannya atau kecepatannya, gerak tubuh serta postur tubuh. Komunikasi sepeti itu yang biasanya jarang dilakukan sangat penting sebab tubuh termasuk sarana untuk mengkomunikasikan kondisi internal otak.

Referensi :

Arikunto, Suharsimi. 1996. Pengelolaan Kelas dan Siswa. Rajawali Press

De Porter et.al. 2000. Quantum Teaching. Kaifa: Bandung

Hamalik, Oemar. 2002. Psikolgi Belajar dan Mengajar. Sinar Baru Argensindo

Susilo, M. J., 2005. Dasar-dasar danProses Pembelajaran I. LP2I Press: Yogyakarta

Team Pembina Matakuliah Didaktik Metodik. 1993. Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM. PT Raja Grafindo Persada

About these ads

About smartlearner
I,m only ordinary people... but INDEPENDENT, integrity, indeferrent... (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: